Sabtu, 28 Januari 2023

Ambruk dalam Hitungan Detik

- Rabu, 11 Maret 2020 | 13:01 WIB
RUSAK: Sejumlah rumah di Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan mengalami kerusakan usai diguncang gempa. Selasa (10/3)
RUSAK: Sejumlah rumah di Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan mengalami kerusakan usai diguncang gempa. Selasa (10/3)

METROPOLITAN - Sore (10/3) itu tidak seperti hari biasanya. Menjelang adzan magrib sekitar pukul 17:18 WIB warga di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan sudah masuk kedalam rumah untuk bersiap-siap menjalankan solat magrib. Namun tiba-tiba warga yang semula sudah didalam rumah berhamburan keluar. ‘aya lini, aya lini’ pekik Siti Aisyah (33) sambil membawa kedua anaknya keluar saat gempa 5,0 magnitudo mengguncang kampungnya. "aya lini" pekik warga begitu merasakan getaran gempa Sukabumi.  Di Desa Ciasihan,  sejumlah warga ramai keluar rumah.  Sementara,  Sarti nenek 80 tahun itu warga di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan tertahan di dalam rumahnya yang ambruk dalam hitungan detik. Sarti tak bisa beranjak begitu bangunan rumah runtuh sesaat setelah gempa. Sarti dievakuasi petugas lantaran kakinya patah saat gempa Sukabumi berkekuatan dirasakan warga Ciasihan. Kurang dari satu menit gempa 5,0 magnitudo mengguncang, membuat puluhan rumah di Desa Purwabakti ambruk. Warga sekitar pun bertambah panik terlebih saat kejadian langit sudah mulai gelap sedangkan aliran listrik pun terputus. Sedangkan masih ada warga yang belum sempat keluar saat terjadinya gempa. “Takut banget pas keluar rumah ada beberapa rumah tetangga yang rubuh,” kata  Aisyah. Akibat peristiwa tersebut, sedkitnya 113 Kepala Keluarga (KK) harus rela mengunsi ketempat persawahan dan ladang. Wargapun langsung mendirikan tenda darurat diarea petakan sawah. Aisyah juga bercerita warga ketakutan untuk pergi kerumah lagi, lantaran takut kembali terjadi gempa susulan, ditambah sejumlah rumah warga sudah tidak berbentuk lagi lantaran ambruk. “Paling bapak yang di rumah, ibu-ibu sama anak-anak ditenda,” paparnya. Sekretaris Desa Purwabakti, Wahyu, mengatakan, data sementara rumah warga yang rusak ringan sebanyak 50 unit, rusak sedang 38 unit dan rusak parah 4 rumah. Jika ditotal, jumlahnya mencapai 92 unit rumah yang mengalami kerusakan untuk Desa Purwabakti. “Kerusakan tersebar di lima kampung berbeda, di antaranya di Kampung Cisalada, Cigarehong, Cisalak, Cipamubutan dan Campedak. Saat gempa, semua warga ke luar rumah karena takut rumahnya roboh,'' jelas Wahyu. Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Pamijahan, Hari Prihartono menambahkan, akibat  gempa tersebut terdapat, beberapa rumah yang rusak dan ringan. Di Kecamatan Pamijahan terdampak lima desa. Diantarnaya, Desa Gunung Bunder, Desa Cibunian, Desa Purwabakti, Desa Cibitung Kulon dan Desa Pasarean. “Untuk saat ini warga yang rumahnya mengalami kerusakan ditampung berada di rumah,yang tidak mengalami kerusakan. Untuk Desa Purwabakti, saat ini masih dalam pendataan, karena laporannya ada 95 rusak,'' kata dia. Selain rumah rusak, terdapat seorang nenek berusia 80 tahun warga Desa Ciasihan yang mengalami, patah kaki dibagian kirinya. Saat ini korban, sudah dilakukan evakuasi petugas. “Nenek yang kakinya patah bernama Sarti 80 tahun, dan satu anak luka ringan, akibat tertimpa reruntuhan,'' beber Hari. Terpisah, Kapolsek Cibungbulang, Kompol Ade Yusup menambahkan, akibat gempa bumi yang terjadi di wilayah hukum Polsek Cibungbulang, untuk data sementara rumah yang rusak sebanyak 146. “Kerusakan tersebut terpusat di Kecamatan Pamijahan, itu hanya data sementara. Saat ini masih dalam pendataan, karena belum ada yang valid,'' kata Ade. Untuk korban, sambung Ade, ada dua orang yang mengalami luka ringan akibat gempa terkena reruntuhan puing bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Korban manusia yang terdata dua orang luka ringan. Semua di Kecamatan Pamijahan yang paling terdampak,”ucap Ade. Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor, Dede Armansyah menambahkan, gempa bumi terjadi, mengakibatkan beberapa rumah rusak berat yang tersebar di lima desa di Kecamatan Pamijahan. “Data yang sudah masuk baru di pamijahan lima desa, dari lima desa yang terparah di Desa Purwabakti. Namun untuk di Kecamatan Cijeruk dan Cibungbulang, allhamduliha aman,”ucapnya. Dede mengaku, untuk korban yang mengunsi, saat ini sudah mengirim tenda dan bantua logistik dari Mako BPBD Kabupaten Bogor. Untuk jaringa listrik, tidak ada kendala. “Malam ini sudah meluncur bantuan terhadap warga.  Aliran listrik tetap nyala, karena petugas PLN stanbay di lokasi yang terdampak gempa,''ungkapnya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak bertanggung jawab terkait gempa di Sukabumi, Jawa Barat. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono meyakini bahwa gempa bermagnitudo 5,0 ini tidak berpotensi tsunami. "Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Rahmat dalam keterangan tertulis. Sementara ini, imbauan BMKG kepada masyarakat hanya untuk menghindar dan menjauh dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. "Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah," jelas Rahmat. Dia meminta kepada masyarakat terdampak untuk terus memastikan kebenaran informasi resmi yang hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. "Kami sampaikan info resmi lewat (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android)," jelas dia. Sebagai informasi, sore tadi pukul 17.18.04 WIB wilayah Sukabumi diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 km arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 10 km. BMKG sementara ini memastikan dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. (mul/b/lip/mam)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

9 Korban Wowon Cs Tewas, Terakhir Anak-Istri Dihabisi

Jumat, 20 Januari 2023 | 10:01 WIB

Sebulan Dua Kali Tawuran di Bogor, 1 Tewas

Senin, 16 Januari 2023 | 10:01 WIB

Faskes Bogor nggak Masuk Standar WHO

Jumat, 13 Januari 2023 | 10:01 WIB

HUT Ke-50, PDIP Panaskan Mesin Partai Jelang Pemilu

Senin, 9 Januari 2023 | 23:00 WIB

Pergi Haji Normal Lagi, Batasan Usia Dihapus

Senin, 9 Januari 2023 | 10:01 WIB
X