Sabtu, 4 Februari 2023

Diduga Masih Ada Korban Lain

- Jumat, 12 Maret 2021 | 10:40 WIB

METROPOLITAN - Pengungkapan kasus pem­bunuhan yang dilakukan MR kepada dua gadis asal Bogor masih terus berlanjut. Polisi menduga masih ada korban lain dari aksi sadis yang dilakukan pria 21 tahun tersebut. Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Su­satyo Purnomo Condro menuturkan, berdasarkan hasil penyelidi­kan yang dilakukan pihaknya, MR diduga tidak jera atau tidak takut atas pembunuhan yang ia lakukan pertama kali. Sehingga ia mencari kor­ban kedua dan diduga MRI menikmati pembunuhan yang ia lakukan. Sehingga saat ini pihak kepo­lisian tengah melakukan peng­embangan atas kasus pem­bunuhan ini, di mana diduga ada korban-korban lain selain DP dan EL. Apalagi dalam melancarkan aksinya, MR diketahui melakukannya da­lam keadaan sadar. ”Dari hasil interogasi, ter­sangka bisa jadi tidak jera dengan melakukan pembunu­han yang pertama, dan ter­sangka menikmati pada pem­bunuhan kedua. Saat ini kami masih mengembangkan, termasuk menelusuri jejak digital dari tersangka,” kata Susatyo. Bahkan, Susatyo mengung­kapkan tidak menutup kemun­gkinan akan terjadi jatuhnya lagi korban dari pelaku jika tidak segera ditangkap. Sebab, terdapat satu barang bukti berupa plastik sampah hitam yang belum digunakan pela­ku dan diduga kuat akan di­gunakan untuk korban be­rikutnya. ”Jadi ada kantong plastik hi­tam yang ia gunakan untuk membungkus DP dan EL itu kita temukan di kosannya. Dan kami duga itu akan digunakan untuk korban berikutnya jika dia tidak ditangkap,” ujarnya. Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto mengaku mendapat fakta baru dari ha­sil penyelidikan yang sudah berjalan selama 13 hari, yakni MR diketahui menggunakan narkoba jenis sabu dan inek. Sedangkan untuk memastikan apakah MR dapat dikatego­rikan sebagai psikopat, pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan kejiwaan ke­pada MR. ”Ini adalah awal. Kita akan berkoordinasi dengan Polres Bogor. Kami juga akan melakukan keji­waan kepada tersangka untuk memeriksa apakah dia (pela­ku, red) psikopat atau tidak. Sebab, perbuatan yang dila­kukan pelaku ini secara sadar. Artinya pelaku mengetahui dampak dan akibat,” kata Dhoni. Melihat adanya kasus ini, pengamat kriminal dan psi­kolog forensik, Reza Indra­giri, menilai apa yang dilaku­kan MR sangat ’wajar’ karena pelaku diketahui mengguna­kan narkoba dengan jenis metamfetamin. Di mana, menurut Reza, me­tamfetamin memiliki efek yang membuat pelaku menjadi memiliki perilaku yang agre­sif. Sebab, efek dari metam­fetamin sendiri 50 kali lebih dahsyat dari efek kokain. ”Meth adalah satu-satunya obat yang memiliki hubung­an sangat kuat dengan aksi pembunuhan. Pecandu meth punya risiko membunuh sem­bilan kali lebih tinggi dari­pada bukan pemakai,” pang­kasnya. (dil/c/rez/run)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Plaza Bogor Dibongkar usai Lebaran, Pedagang Girang

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:14 WIB

Tiga Bocil Puncak Jadi Korban Pedofil

Rabu, 1 Februari 2023 | 10:02 WIB

9 Korban Wowon Cs Tewas, Terakhir Anak-Istri Dihabisi

Jumat, 20 Januari 2023 | 10:01 WIB
X