Sabtu, 4 Februari 2023

Kebahagiaan Pelajar Bogor Kembali Belajar di Sekolah, Lepas Rindu tanpa Pelukan

- Rabu, 17 Maret 2021 | 10:04 WIB

Raut bahagia terpancar dari wajah Salwa Salsabila. Pelajar Bogor SMAN 2 Cibinong itu masih tak menyangka bisa kembali merasakan kegiatan belajar mengajar di sekolah, setelah pandemi Covid-19 melanda dan memaksa proses belajar dilakukan secara daring atau online. SETELAH setahun me­netapkan kegiatan belajar mengajar secara daring, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai melong­garkan aturan tersebut. Pe­merintah melakukan simu­lasi belajar di sekolah sejak Senin (15/3). Ada sebanyak 170 sekolah yang melakukan simulasi kegiatan belajar di sekolah, salah satunya SMAN 2 Cibinong. ­ Kebijakan itu membuat Salwa Salsabila bahagia. Meski tertutup masker, raut wajah dara 16 ta­hun itu memancarkan seny­uman. Pasalnya, ia mengaku senang bisa kembali duduk di kursi sekolah yang sudah se­tahun tidak ia rasakan. ”Kan sudah setahun cuma ngelihat monitor, duduk di rumah. Tapi sekarang senang bisa langsung ketemu guru, duduk di kursi sekolah dan ketemu teman-teman. Meski belum bisa peluk-pelukan soalnya harus jaga jarak,” kata Salwa. Meski begitu, Salwa menga­ku sedih belum bisa bertemu semua teman sekolahnya. Karena satu kelas hanya be­risikan 18 orang siswa dan di kelas lain bahkan ada yang hanya berisikan empat orang dan paling sedikit dua orang. ”Sedih sih belum bisa ketemu semua. Tapi semoga semua­nya sehat-sehat dan aman,” ungkap Salsa. Ia sendiri mengaku menga­ku beruntung mendapatkan izin dari orang tuanya. Namun, hal itu ia ungkapkan karena selama setahun ini ia menga­ku tidak pernah keluar rumah. Selain itu, untuk teman-teman yang sudah masuk sekolah agar jangan meny­epelekan Covid-19 dan tetap menjaga protokol kesehatan. ”Pokoknya pesan saya jangan menyepelekan Covid-19 buat teman-teman semuanya dan tetap jaga kondisi dan rajin cuci tangan,” pintanya. Untuk diketahui, Pemkab Bogor menggelar simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di 170 sekolah yang ada di wilayah Bumi Tegar Beriman, kemarin. Kegiatan belajar mengajar di sekolah itu secara perdana dilaksana­kan di tengah kondisi pan­demi Covid-19. Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Atis Tardiana mengingatkan, me­ski simulasi PTM akan digelar sepuluh hari ke depan, tidak menutup kemungkinan si­mulasi ini akan dihentikan jika ditemukan adanya kasus positif Covid-19. ”Karena memang di dalam ketentuan juklak-juknis pun, apabila terjadi konfirmasi di satuan pendidikan ini, se­cara otomatis PTM dihentikan untuk satuan pendidikan yang terkonfirmasi,” kata Atis. Lebih lanjut, Atis menerang­kan terdapat empat hal pen­ting yang harus diperhatikan satuan pendidikan, guru, dan siswa dalam menjalankan simulasi PTM ini. Di antaranya melihat kesiapan satuan pen­didikan terkait protokol kese­hatan. Lalu kesiapan sarana dan prasarana dalam menun­jang protokol kesehatan. Kemudian ada pula izin dari orang tua dan komite sekolah harus dimiliki siswa yang akan datang ke sekolah. Dan terakhir adalah perlu izin dari pemerintah daerah. ”Jadi kemarin dari 232 sa­tuan pendidikan yang mengaju­kan simulasi, hanya 170 seko­lah yang lolos seleksi. Dan ini sudah sesuai keputusan bu­pati Bogor,” ujar Atis. ”Kita akan evaluasi semua selama sebu­lan ini. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa,” pungkasnya. (dil/c/rez/run)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Plaza Bogor Dibongkar usai Lebaran, Pedagang Girang

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:14 WIB

Tiga Bocil Puncak Jadi Korban Pedofil

Rabu, 1 Februari 2023 | 10:02 WIB

9 Korban Wowon Cs Tewas, Terakhir Anak-Istri Dihabisi

Jumat, 20 Januari 2023 | 10:01 WIB
X