Minggu, 5 Februari 2023

‘Lemparan Jauh’ Pratama Arhan Mendarat di Jepang, Semoga Jadi Pintu Pembuka Pemain Tanah Air di Luar Negeri

- Jumat, 18 Februari 2022 | 10:20 WIB

Direkrut klub eks juara Jepang dan Asia, Pratama Arhan menjadi pemain keempat Indonesia yang merumput di Negeri Matahari Terbit itu. Ibundanya berpesan, jangan sombong, tetap rajin salat, serta tetap rutin berkabar tiap pagi dan sore lewat video call. DI Anak Semua Bangsa, Pramoedya Ananta Toer, sastrawan besar kelahiran Blora, menulis, ”Orang bilang, apa yang ada di depan manusia hanya jarak. Dan batasnya adalah ufuk. Begitu jarak ditempuh, sang ufuk menjauh.” ­ Kini puluhan tahun setelah novel yang menjadi bagian dari tetralogi Buru tersebut ditulis, ada anak Blora lain, Pratama Arhan, yang bersiap menempuh jarak itu. Pesepak bola kelahiran kota di Jawa Tengah tersebut kemarin resmi melangkah menuju Negeri Matahari Terbit untuk menguji diri dan kemam­puan: seberapa jauh, seber­apa tinggi, yang bisa dia capai. ”Saya sangat senang bisa bergabung dengan Tokyo Verdy. Ini salah satu klub sukses di Liga Jepang. Jadi, saya ing­in berkontribusi maksimal mengembalikan klub ini ke kompetisi kasta tertinggi,” tu­tur Arhan yang dikontrak dua tahun oleh Tokyo Verdy dalam sebuah rilis video. Dukungan penuh datang dari ayah dan ibu pemain ber­posisi bek kiri tersebut nun di Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Blora. Mereka men­dengar kabar gembira itu langsung dari Arhan yang tengah berada di Bali lewat panggilan video, kemarin (16/2) pagi. Pemain yang dibesarkan PSIS Semarang itu memang rutin menelepon keluarga tiap pagi dan seusai salat Magrib. ”Main di luar negeri itu me­mang keinginan Arhan sejak menekuni sepak bola saat masih kelas IV SD,” ungkap Surati, sang ibu, kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. ”Kami dukung pilihannya. Keluarga di rumah selalu men­doakan,” Sutrisno, sang ayah, membenarkan. Meski kini berada di strata kedua Liga Jepang (J2 League), Tokyo Verdy sejatinya meru­pakan klub dengan sejarah panjang dan prestasi berderet. Diawali keberhasilan Jepang meraih perunggu di Olimpi­ade Meksiko 1968, klub yang berkandang di Stadion Ajino­moto dengan kapasitas 50 ribu orang tersebut tercatat tujuh kali menjuarai strata teratas Liga Jepang. Termasuk dua edisi awal J-League. Di tingkat Asia, klub yang awal­nya bernama Yomiuri FC dan sempat pula bernama Verdy Kawasaki tersebut juga pernah menjadi jawara Asia pada 1987. Tokyo Verdy sejatinya ingin merekrut Arhan sejak Agustus tahun lalu. Tetapi, peningkatan kasus penularan Covid-19 se­cara global membuyarkan ren­cana tersebut. Performa gemilang Arhan saat membela tim nasional (timnas) di Piala AFF 2020 (yang dihelat pada Desember 2021) menguatkan kembali keingi­nan itu. Arhan mencetak dua gol di ajang tersebut dan ber­peran sentral membawa Ga­ruda ke final. Bersama PSIS di Liga 1 mu­sim ini, Arhan baru delapan kali turun ke lapangan. Se­belum pamit untuk berkarier di Liga Jepang, pemain kidal yang punya kemampuan melakukan lemparan ke da­lam sangat jauh itu sempat tidak masuk line-up dalam empat pertandingan. Pemain 21 tahun tersebut kali terakhir turun sebagai starter saat Laskar Mahesa Jenar –julukan PSIS– bertan­ding melawan Arema FC (17/1). Setelah pertandingan itu, Arhan tidak ada dalam line-up PSIS saat berjumpa Madura United (28/1), Per­sebaya Surabaya (2/2), Persik Kediri (6/2), dan Barito Pu­tera (10/2). Arhan baru kembali masuk line-up saat timnya men­ghadapi Persib Bandung (15/2). Namun, dia hanya duduk di bench. Sama sekali tidak di­mainkan. PSIS mendukung penuh langkah karier pemain binaannya tersebut. Itu dibuk­tikan dengan sama sekali tak meminta fee transfer kepada Tokyo Verdy. Padahal, sebagai pemain yang masih terikat kontrak, sebenarnya itu wajar dilakukan. ”Ini demi karier Arhan. Hal ini juga menjadi sebuah ke­banggaan untuk PSIS karena jebolan akademinya bisa di­lirik klub Jepang,” tutur CEO PSIS Yoyok Sukawi Yoyok juga menjamin PSIS selalu menjadi rumah bagi Arhan. ”Kami mau melihat seberapa jauh Arhan bermain di luar negeri. Nanti, saat pu­lang ke Indonesia, dia akan kembali ke PSIS, rumah yang telah membesarkannya,” terang ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah itu. Arhan adalah pemain keem­pat Indonesia yang berkarier di Liga Jepang. Pionirnya Ricky Yacobi. Pada 1988, dia berkos­tum Matsushita (kini Gamba Osaka). Setelah Ricky, pemain Indonesia lain yang pernah merasakan atmosfer Liga Je­pang adalah Irfan Bachdim. Di Negeri Sakura itu, Irfan membela dua klub Jepang. Pada musim 2014–2015, dia bermain untuk Ventforet Kofu. Lalu, pada 2015–2017, Irfan ganti berkostum Consa­dole Sapporo. Setelah Irfan, pemain Indo­nesia berikutnya yang bermain di Jepang adalah Stefano Lili­paly. Dia bermain untuk Con­sadole Sapporo pada musim 2014. Namun, di tim itu, ge­landang andalan Garuda di Piala AFF 2016 tersebut tidak pernah dimainkan. Akhirnya, pada 2015, dia balik ke Be­landa sebelum akhirnya hijrah ke Indonesia. Andik Vermansah sebenar­nya juga nyaris bergabung dengan Ventforet Kofu. Pada 2013, setelah menjalani trial sepekan dan mencetak satu gol dalam sebuah uji coba, pemain binaan kompetisi in­ternal Persebaya Surabaya itu ditawari kontrak. (jp/feb/run)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Plaza Bogor Dibongkar usai Lebaran, Pedagang Girang

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:14 WIB

Tiga Bocil Puncak Jadi Korban Pedofil

Rabu, 1 Februari 2023 | 10:02 WIB

9 Korban Wowon Cs Tewas, Terakhir Anak-Istri Dihabisi

Jumat, 20 Januari 2023 | 10:01 WIB
X