Minggu, 29 Januari 2023

Ruang Kelas Ambruk, Bima Arya Ngamuk. Pejabat Disdik bakal Diubrak-abrik

- Jumat, 2 Desember 2022 | 10:01 WIB
SIDAK: Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan inspeksi mendadak ke SD Negeri Bantarjati 9 di Jalan Dalurung Raya No 20, RT 04/11, Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, yang ambruk, kemarin.
SIDAK: Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan inspeksi mendadak ke SD Negeri Bantarjati 9 di Jalan Dalurung Raya No 20, RT 04/11, Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, yang ambruk, kemarin.

Kasus ruang kelas ambruk rupanya membuat Wali Kota Bogor Bima Arya ngamuk. Sebab, nyawa siswa jadi taruhan. Saat inspeksi dadakan di SD Negeri Bantarjati 9, Bima Arya blakblakan akan menggeser jabatan para pejabat di Dinas Pendidikan (Disdik) yang dianggap tak becus menangani fasilitas sekolah yang rusak. JAM dinding menunjukkan pukul 11:00 WIB. Bima Arya langsung mengarahkan mo­bilnya menuju SDN Bantar­jati 9. Salah satu sekolah yang sudah dua kali ambruk hing­ga mengancam keselamatan siswa. Mengenakan kemeja putih, Bima Arya mendatangi SDN Bantarjati 9. Bima tak bisa menutupi kekesalannya me­lihat bangunan sekolah yang dibiarkan berlama-lama rusak. Padahal, ada siswa yang setiap harinya belajar di sekolah tersebut. Sejak Oktober 2022, kerusa­kan bangunan di SDN Ban­tarjati 9 sudah dilaporkan. Tetapi, Disdik Kota Bogor dianggap tidak sigap dalam menindaklanjuti laporan pihak sekolah. “Mereka Disdik juga telat menindaklanjuti itu. Harusnya gerak cepat. Lebih cepat lagi. Dua bulan itu sudah lama. Jadi begitu masuk laporan, ya langsung segera dicarikan solusi,” ucap Bima Arya. Ia pun merasa perlu meng­evaluasi kinerja anak buahnya di lingkungan Disdik Kota Bogor. Bahkan, Bima Arya tak segan akan menggeser posisi para pejabat yang dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. “Saya akan evaluasi Disdik secara keseluruhan. Kabid-kabidnya terutama. Karena kabid (kepala bidang, red) yang langsung bertanggung jawab kepada fisik. Kalau tidak mampu, ya nggak usah jadi kabid. Kalau nggak mampu turun ke bawah, nggak usah jadi kabid,” tegas Bima Arya. Menurut Bima, perkara se­kolah ambruk tidak bisa diang­gap remeh. Sebab, hal itu menyangkut nyawa siswa. Ia tidak ingin sekolah di mana tempat siswa menuntut ilmu justru jadi ancaman karena bangunannya yang tidak di­perhatikan pemerintah daerah. Bima juga menyentil peja­batnya untuk membuat tero­bosan agar setiap laporan dari sekolah berkaitan dengan bangunan fisik bisa segera ditindaklanjuti. “Ini laporan pakai apa? Pa­kai surat. Nah, Disdik harus­nya buat aplikasi langsung. Jadi begitu ada persoalan, foto atau apa. Jadi langsung dari online, kita tahu kondisi­nya seperti apa. Saya akan evaluasi besar-besaran di Disdik. Saya tidak mau lagi ada ruang sekolah yang am­bruk. Karena ini masalah nyawa,” lanjutnya. Dalam kunjungannya ke SDN Bantarjati 9, Bima memastikan bahwa sistem pembelajaran tetap berjalan meski ada tiga bangunan yang terganggu akibat kejadian satu ruang kelas ambruk. “Jadi ini saya minta dan pas­tikan dulu tadi gimana mera­pikan pembelajarannya, dan kepala sekolah menjelaskan bisa diatur ruang kelasnya. Dan ini akan langsung diang­garkan di 2023. Rp200 juta untuk perbaikan ini,” jelasnya. Diketahui, bangunan ruang kelas yang ada di SDN Ban­tarjati 9 Kota Bogor dua kali ambruk. Kejadian pertama pada Sabtu (19/11). Kemu­dian disusul kedua kalinya pada 25 November 2022. Ruang kelas ambruk tersebut sebelumnya biasa digunakan siswa kelas satu dan dua. Namun, pihak sekolah men­gosongkannya karena kon­disinya tidak laik. Sampai akhirnya ruang kelas tersebut ambruk sendirinya. Kerusakan yang terjadi pada bagian atap ruang kelas itu terjadi akibat lapuknya ma­terial bangunan dan curah hujan yang cukup tinggi. Bahkan, kerusakan yang tadinya hanya sebatas ambruk pada bagian plafon, kini ba­gian genteng ikut ambruk hingga kondisinya melompong. “Waktu itu ambruknya hanya plafonnya saja dan genteng masih berdiri. Nah, sampai yang kedua kalinya ambruk, gentengnya ikut ambruk,” kata Plt SDN Bantarjati 9, Suci Iriyani, kepada wartawan. Pihak sekolah pun akhirnya terpaksa mengosongkan dua kelas lainnya yang bersebelahan dengan ruang yang ambruk. ”Kami kosongkan karena takut nanti membahayakan siswa,” ujar Suci. (rez/feb/run)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

9 Korban Wowon Cs Tewas, Terakhir Anak-Istri Dihabisi

Jumat, 20 Januari 2023 | 10:01 WIB

Sebulan Dua Kali Tawuran di Bogor, 1 Tewas

Senin, 16 Januari 2023 | 10:01 WIB

Faskes Bogor nggak Masuk Standar WHO

Jumat, 13 Januari 2023 | 10:01 WIB

HUT Ke-50, PDIP Panaskan Mesin Partai Jelang Pemilu

Senin, 9 Januari 2023 | 23:00 WIB

Pergi Haji Normal Lagi, Batasan Usia Dihapus

Senin, 9 Januari 2023 | 10:01 WIB
X