Sabtu, 28 Januari 2023

Tarif Listrik Turun Bulan Ini

- Selasa, 2 Agustus 2016 | 11:05 WIB

METROPOLITAN - Dua be­las golongan tarif tenaga listrik yang mengikuti mekanisme Tariff Adjustment (TA) men­galami penurunan pada Agus­tus 2016. Menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu indikator turunnya tarif listrik. Turunnya harga minyak (Indonesian Crude Oil Price/ICP) ikut memperlebar selisih penurunan tarif.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Juni 2016 men­guat sebesar Rp64,6 dari se­belumnya (Mei 2016) sebesar Rp13.419,65/US$ menjadi Rp 13.355,05/US$. Harga ICP pada Juni 2016 turun US$ 0,18/ barel, dari sebelumnya (Mei 2016) sebesar US$ 44,68/ba­rel (Mei 2016) menjadi US$ 44,50/barel. Sementara itu, inflasi pada Juni 2016 mening­kat 0,42%, dari sebelumnya (Mei 2016) sebesar 0,24% menjadi 0,66%.

Penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (TTL) ini sesuai Pera­turan Menteri (Permen) En­ergi dan Sumber Daya Mine­ral (ESDM) Nomor 31/2014 sebagaimana telah diubah dengan Permen ESDM No 09/2015.

Permen ini menyatakan penyesuaian diberlakukan setiap bulan, menyesuaikan perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, harga minyak dan inflasi bulanan. “Dengan mekanisme TA, tarif listrik setiap bulan memang dimun­gkinkan untuk turun, tetap atau naik berdasarkan peru­bahan ketiga indikator terse­but,” begitu isi Permen ESDM.

Akibat dari perubahan nilai ketiga indikator tersebut, tarif listrik pada Agustus 2016 di Tegangan Rendah (TR) men­jadi Rp1.410,12/kWh, tarif listrik di Tegangan Menengah (TM) menjadi Rp1.084,66/ kWh, tarif listrik di Tegangan Tinggi (TT) menjadi Rp 971,01/kWh, dan tarif listrik di layanan khusus menjadi Rp1.593,78/kWh.

(de/els/py)

Editor: admin metro

Terkini

Tirta Kahuripan kolaborasi dengan KP2C jaga sungai

Kamis, 19 Januari 2023 | 16:12 WIB
X