Sabtu, 4 Februari 2023

Dongkrak Ekonomi, Harbolnas 11.11 Banjir Promo

- Selasa, 10 November 2020 | 19:02 WIB

METROPOLITAN - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dihelat pada 12.12. Nah, 11.11 adalah start untuk memantik antusiasme masyarakat berbelanja on­line di masa pandemi ini. Rangkaian Harbolnas 2020 diproyeksikan minimal me­raup Rp9,1 triliun. Subsidi promo akan diprioritaskan untuk produk lokal. Tradisi Harbolnas di Indo­nesia punya peran lebih dari sekadar pesta diskon di berbagai e-commerce. Dengan angka transaksi yang disumbangkan hingga jum­lah pedagang dan konsu­men yang terlibat, Har­bolnas ikut menjadi kon­tributor penting untuk men­dongkrak perekonomian, khususnya pada akhir tahun. Harbolnas di Indonesia sejatinya jatuh pada 12 De­sember atau biasa dikenal dengan even 12.12. Namun, pelaku e-commerce di Indo­nesia kerap mengemas pro­gram Harbolnas menjadi suatu rangkaian pesta be­lanja beruntun seperti 9.9, 10.10, 11.11 dan puncaknya adalah 12.12. Animo masyarakat Indo­nesia akan pesta belanja tersebut tak main-main. Se­bagai gambaran, berdasar survei Nielsen Indonesia, pada 2019 Harbolnas men­catatkan transaksi hingga Rp9,1 triliun. Lonjakan yang sangat fan­tastis jika dibandingkan dengan transaksi Harbolnas pada 2013 mis­alnya, yang membukukan angka Rp740 miliar. ”Selain peningkatan transaksi, Har­bolnas merangsang pertum­buhan online seller,” ujar Director of Nielsen Indone­sia Rusdy Sumantri. Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Bima Laga menjelaskan, pada prinsipnya tiap mar­ketplace atau lokapasar bebas membuat berbagai promo, baik 10.10, 11.11 maupun lainnya. Meski Harbolnas yang sesungguhnya adalah 12.12. ’’Karena kami juga mema­hami bahwa itu adalah stra­tegi marketing e-commerce. Kami mendefinisikan yang 10.10 atau 11.11 itu ya seba­gai road to 12.12,” jelasnya. Bima menambahkan, Har­bolnas adalah hari di mana diskon paling besar akan terjadi. Pihaknya pun berha­rap berbagai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mendaftar program tersebut. Pada tahun lalu, idEA mem­berikan promo sekitar 30 p e r ­sen. Beberapa sponsor juga telah dipersiapkan untuk memberikan subsidi. ’’Dari sponsor misalnya ada promo 40 persen, jadi promo yang kami sebar untuk konsumen bisa 70 persen,” tuturnya. Namun, kondisi tahun ini yang di­bayangi dengan pandemi Covid-19 tentu membawa pengaruh pada Harbolnas. Bima menjelaskan, pihaknya tentu tidak bisa serta-merta memaksa UMKM memberi­kan promo dalam jumlah yang besar. Sebab, UMKM tentu menurunkan harga produknya terlebih da­hulu. Dengan begitu, keun­tungan yang didapat pun terbilang minim jika diban­dingkan dengan tahun lalu. ’’Peserta boleh berapa pun memberikan promo. Kami berharap bisa kisaran 20 persen. Kami sudah siapkan perbankan yang akan memberikan subsidi juga,” katanya. (jp/feb/ run)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Taman Plaza Inovasi IPB Perkuat Program Green Campus

Kamis, 2 Februari 2023 | 19:00 WIB

Izin 1.981 Perusahaan Tambang Dicabut

Kamis, 2 Februari 2023 | 18:00 WIB

Hari Ini BBM Nabati Beredar di SPBU

Rabu, 1 Februari 2023 | 18:00 WIB
X