Minggu, 29 Januari 2023

Peluang Pasar Ekspor Beras Premium Didorong Kementan

- Jumat, 17 September 2021 | 18:30 WIB

METROPOLITAN - Peluang pasar ekspor beras premium sangat besar dan sangat memungkinkan untuk terus ditingkatkan. Karena itu, Ke­menterian Pertanian (Kemen­tan) mendukung penuh upaya pengembangan produksi mu­lai dari sisi budi daya sampai akses pasar. Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, menyebut saat ini waktunya beras Indo­nesia berbicara di luar negeri. “Produksi padi saat ini surplus. Karena itu, opsi ekspor meru­pakan solusi terbaik. Capaian ini diharapkan bisa menjadi penyemangat pelaku usaha pertanian. Arahan Bapak Men­tan SYL untuk kita menggenjot ekspor,” ujarnya. Melihat peluang ini, salah satu Badan Usaha Milik Ne­gara (BUMN) PT Sang Hyang Seri tengah menjajaki pasar beras komersial dengan kua­litas premium tujuan ekspor ke perusahaan Arab Saudi, Battlah Cooperation for Ope­ration and Maintenance. Direktur PT Sang Hyang Seri, Karyawan Gunarso, me­nyatakan kerja sama ini akan menjadi awal untuk mening­katkan skala kerja sama yang lebih besar antara Indonesia dengan Arab Saudi. Khususnya suplai kebutuhan jemaah haji dan umrah dari Indonesia. “Rencana ekspor ini ditunjang kesiapan area sawah yang di­miliki PT SHS seluas 3.150 hektare dengan potensi pro­duksi gabah 37.800 ton, serta kemitraan dengan produsen beras,” kata Gunarso saat tam­pil sebagai salah satu nara­sumber pada Webinar Propak­tani Episode 98 dengan Tema Peluang Pasar Ekspor Beras Premium pada Jumat (10/9). Tak hanya sendiri, PT SHS menjajakinya bersama PT Battlah International Trading. Direktur Utama perusahaan tersebut, Indra Riswanto, mem­beberkan bahwa PT SHS dan Al Batlah sepakat mempela­jari profil bisnis dan melakukan studi bersama untuk merea­lisasikan berbagai kerja sama ekspor produk Indonesia se­lanjutnya. “Kami berharap dari ekspor beras tersebut berlanjut ke rencana jangka panjang yang membuka peluang ekspor produk-produk pertanian, terutama hortikultura dan berbagai kerja sama investasi dengan para pengusaha Arab Saudi di masa mendatang,“ kata Indra. Hal terpenting dalam ekspor adalah dukungan sistem lo­gistik. Pada kesempatan itu, Direktur Eksekutif DPP Aso­siasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Budi Wi­yono, memberikan rekomen­dasi dari beberapa aspek se­perti pengembangan sistem manajemen keamanan pangan, sistem pelacakan (tracking) komoditas pangan dari lahan ke pasar, penelitian dan peng­embangan sistem penyimpa­nan dan pengolahan tekno­logi, pengembangan sistem pembiayaan pertanian, dan pasar komoditas. “Kita harus bisa bersinergi dengan baik agar apa yang kita harapkan bisa mencapai sasaran,“ ujar Budi. Dalam upaya meningkatkan akses pasar ini, menurut Su­wandi, perbaikan mutu beras menjadi mutlak. “Untuk itu, dukungan sarana panen dan pascapanen untuk perbaikan mutu tersebut men­jadi prioritas,” jelasnya. Untuk diketahui, Kementan telah mengeluarkan regulasi tentang Kelas Mutu Beras, meliputi beras premium, me­dium, dan beras khusus dengan kriteria masing-masing ter­kait derajat sosohnya, kadar air, broken atau bulir patah untuk melindungi hak konsu­men, serta pemantauan dan pengawasan kualitas dan harga. Beras khusus terdiri dari beras ketan, beras merah, beras hitam, beras untuk kese­hatan, beras organik, beras Indikasi Geografis seperti beras Cianjur, beras varietas lokal, beras tertentu yang tidak bisa diproduksi dalam ne­geri. (jp/feb/run)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Tirta Kahuripan kolaborasi dengan KP2C jaga sungai

Kamis, 19 Januari 2023 | 16:12 WIB
X