Kamis, 8 Juni 2023

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang Terus Tingkatkan Pelayanan

- Rabu, 21 Desember 2022 | 10:35 WIB
Bukti nyata keseriusan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, Kabupaten Bogor
Bukti nyata keseriusan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, Kabupaten Bogor

TAMBAH DOKTER AHLI HINGGA APLIKASI

Bukti nyata keseriusan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, Kabupaten Bogor, dalam memberikan servis terbaik terhadap pasien diwujudkan dalam peningkatan pelayanan, fasilitas rumah sakit dan ketersediaan dokter spesialis.

“TAHUN ini RSUD Leuwiliang memiliki segudang kegiatan demi melayani pasien yang berobat di rumah sakit pelat merah itu. Di antaranya, peningkatan pelayanan dari segi spealistik, adanya penambahan dokter bedah onkologi dan ini baru untuk di wilayah Bogor Barat,” ujar Direktur RSUD Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S.

Selain penambahan dokter spesialis, RSUD Leuwiliang juga berhasil mengaplikasikan elektronik rekam medik dan itu sekarang menjadi amanat dari Permenkes RI Nomor 24 Tahun 2022 bahwa semua fasilitas kesehatan wajib menggunakan elektronik rekam medik. “Alhamdulillah, RSUD Leuwiliang sudah menerapkan elektronik rekam medik sejak 2021 dan sekarang terus disempurnakan, yang tadinya hanya di bagian rawat inap dan IGD sekarang sudah ke rawat jalan,” tutur wanita yang akrab disapa dokter Vitrie itu.

Tentunya, lanjut Vitrie, itu menjadi efisiensi untuk meminimalisasi berkas yang biasanya menumpuk sekarang semuanya serba digitalisasi. Namun masih ada beberapa yang menggunakan berkas, karena masih membutuhkan tanda tangan pihak keluarga pasien.

“Ini harus didukung fasilitas internet yang stabil, jumlah komputer yang mumpuni di setiap poliklinik dan di setiap ruang rawat inap harus ada. Perlahan-lahan terus kami lengkapi dan berjalan baik. Bahkan, kami juga mulai menerapkan tanda tangan elektronik,” paparnya. Vitrie mengatakan, ke depan ini akan menjadi salah satu enam pilar transformasi kesehatan yang diluncurkan Kemenkes.

Salah satunya digitalisasi dan rencananya Kemenkes juga akan menerapkan Satu Data Indonesia (SDI). “Jadi, ke mana pun kita berobat data kita sudah bisa diakses. Ke depan pemerintah melalui Kemenkes akan memberlakukan seperti itu. Data – data kesehatan orang Indonesia bisa direkam dan manfaatnya untuk kita adalah bisa melakukan tindakan preventif dan promotif lebih diutamakan,” jelasnya.

Ke depan, penyakit yang membutuhkan pembiayaan besar, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal dan hipertensi, dengan data ini pihak rumah sakit bisa mendeteksi ada berapa jumlah pasien yang menderita penyakit tersebut, di mana tempat tinggal pasien tersebut, sehingga pihak RS bisa melakukan langkah awal, bekerja sama dengan puskesmas dan klien. Selain pelayanan, fasilitas kesehatan dan penambahan dokter spesialis, RSUD Leuwiliang juga telah menorehkan sejumlah prestasi.

Di antaranya, juara dua lomba video pelayanan tingkat nasional dalam memperingati ulang tahun BPJS yang diprakarsai instalasi PKRS, untuk tingkat Kabupaten Bogor RSUD Leuwiliang mendapat juara satu saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) untuk bagian K3 (Keindahan, Kebersihan dan Kerapihan) dalam kategori kebersihan rumah sakit, juara 3 Lomba Bulu Tangkis, dan Juara 3 Lomba Tiktok Insan Kesehatan. Masih untuk tingkat kabupaten Bogor, RSUD Leuwiliang mendapatkan juara 2 dalam Gelar Inovasi Daerah Kategori Perangkat Daerah dengan aplikasi SI KAWUNG, penghargaan sebagai Pengurus Barang Terbaik diberikan BPKAD Kabupaten Bogor dan terakhir Juara Harapan 1 Pengucapan Panca Prasetya KORPRI saat perayaan HUT ke-51 KORPRI.

“Di tingkat Kabupaten Bogor, RSUD Leuwiliang juga mendapat juara dari beberapa lomba. Bahkan ada salah satu staf kami di bidang pengelola barang, mendapat predikat pengelolaan barang terbaik untuk tingkat Kabupaten Bogor,” terangnya. Tak hanya itu, RSUD Leuwiliang juga telah memiliki beberapa aplikasi.

Di antaranya, Sistem Informasi Reservasi Online (SI RISOL) RSUD Leuwiliang, di mana Sirisol merupakan sistem informasi untuk reservasi melalui online pelayanan rawat jalan menggunakan aplikasi berbasis android. “Dengan aplikasi ini, masyarakat bisa mendaftar ke poliklinik tujuan dengan cepat, mudah dan pastinya bebas antre. Aplikasi ini juga berlaku baik bagi pasien tunai ataupun BPJS. Ini merupakan program smart city yang diluncurkan Kemenkominfo,” katanya.

Dengan aplikasi SI RISOL ini, dari reservasi online juga registrasi online, tujuannya memotong jam pelayanan agar pasien datang tidak terlalu pagi hanya untuk antre nomor pelayanan. Dengan menggunakan aplikasi ini, pasien bisa mendaftar secara online sebelum datang ke rumah sakit.

Pada 2023, rencananya RSUD Leuwiliang akan melengkapi alat kesehatan untuk menunjang Onkologi (alat kesehatan untuk pasien penderita kanker). Selain Onkologi, ke depan di RSUD Leuwiliang juga akan hadir dokter patologi anatomi.

“Kebetulan ada salah satu dokter di RSUD Leuwiliang ini sedang sekolah mendalami ilmu patologi anatomi, dan tentunya alat penunjangnya pun harus kami lengkapi,” tuturnya. (*)

Halaman:

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Memahami dan Menumbuhkan Ekonomi Kreatif

Rabu, 28 Desember 2022 | 00:15 WIB

Mendorong Lahirnya Kelurahan Layak Anak

Rabu, 21 Desember 2022 | 10:38 WIB
X