Sabtu, 4 Februari 2023

Hore... Parungpanjang-Nambo Bakal Tersambung KRL

- Jumat, 8 Maret 2019 | 10:20 WIB

METROPOLITAN - PARUNGPANJANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah mengupayakan pembangunan jalur KRL dari Stasiun Parungpanjang menuju Citayam hingga Stasiun Nam­bo. Hal itu sebagai langkah mende­katkan masyarakat di wilayah barat dan utara Kabupaten Bogor dengan pelayanan di pusat pemerintahan, yakni Cibinong. Dalam Rencana Induk Transpor­tasi Jabodetabek (RITJ) pun, opsi membuka rel kereta dari Parungpan­jang-Citayam mencuat. Pemkab Bo­gor telah memetakan wilayah yang akan dilintasi rel baru tersebut. “Ting­gal implementasi dari Dirjen Perke­retaapian,” ujar Kepala Bidang Infra­struktur dan Pengembangan Wilayah Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Ajat R Jatnika. KRL commuterline yang direncanakan menjadi sarana transportasi massal yang menghubungkan wilayah utara dengan timur itu lantaran banyaknya permin­taan masyarakat agar lebih mudah menuju Cibinong. Selain itu, moda transportasi berbasis massal tengah digandrungi belakangan ini. Menurut dia, mulai Stasiun Parung­panjang hingga Nambo akan men­jadi commuterline double track (jalur ganda) sepanjang 35 kilometer seba­gai sarana transportasi utama masy­arakat. “Yang jelas, kalau ada KRL dari Citayam ke Parungpanjang atau sebaliknya, waktu tempuhnya bisa hemat sampai satu jam dibanding naik motor apalagi mobil,” jelas Ajat. Pemerintah Kabupaten Bogor pun telah menyiapkan lahan-lahan yang mungkin akan dibebaskan Dirjen Perkeretaapian, lewat Peraturan Dae­rah (Perda) Nomor 11 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). “Jadi kita tunggu saja pusat mengerjakannya. Karena mulai pem­bebasan lahan hingga pembangunan fisiknya dilakukan Kementerian Per­hubungan,” ujar Ajat. Lahan-lahan yang dipagari dalam RTRW itu meliputi Desa Dangdang, Desa Sukamulya di Kecamatan Parung­panjang. Lalu Gunungsindur, Desa Waru Jaya, Desa Pamagarsari, Desa Sasakpanjang dan Pabuaran. “Kalau untuk luasan, PT KAI yang memasti­kan. Tapi, kami sudah pagari. Dalam RTRW desa-desa yangbakan jadi lin­tasan, kami tidak izinkan untuk alih fungsi yang lain,” jelas Ajat. Kondisi lokasi yang bakal jadi lintasan kereta masih berupa ladang sawah atau perkebunan dan sebagian pemukiman penduduk. Sehingga konsultan peren­cana mengusulkan tiga alternatif trase sebagai perlintasan kereta. Alternatif pertama berawal dari Stasiun Parung­panjang melewati Desa Dangdang, Desa Sukamulya, Gunungsindur, Desa Warujaya, Desa Pamagarsari, Desa Sa­sakpanjang dan berakhir di Desa Pa­buaran. (ps/els/py)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

5 Calon Kades Siap Tarung Pilkades Cipinang Rumpin

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:15 WIB

Puluhan Satpam Perumahan Kahuripan Tuntut Hak PHK

Senin, 12 Desember 2022 | 13:01 WIB

Temuan Mayat Gegerkan Warga Dua Desa!

Senin, 5 Desember 2022 | 13:01 WIB

Hantam Buntut Truk, Pemotor Tewas di Tempat

Jumat, 2 Desember 2022 | 13:01 WIB

Warga Desa Mekarsari Keluhkan Lalu-lalang Truk Tanah

Senin, 14 November 2022 | 13:01 WIB

Selesai, TMMD di Rumpin—Cigudeg bakal Ditutup

Rabu, 9 November 2022 | 13:01 WIB

Siaran TV Mendadak Lenyap, Warga Rumpin Bingung

Jumat, 4 November 2022 | 13:01 WIB

Bikin Kumuh, Satpol PP Parung Pereteli Spanduk Liar

Selasa, 1 November 2022 | 13:01 WIB

Puluhan Emak-Emak Kampung Pabuaran Demo Pabrik Arang

Senin, 31 Oktober 2022 | 13:01 WIB

Kondisi Jalan Penghubung Bogor—Tangsel Rusak Berat

Jumat, 16 September 2022 | 13:01 WIB
X