Rabu, 1 Februari 2023

Bogor Darurat Kriminal

- Rabu, 11 Januari 2017 | 13:31 WIB

Dilihat dari banyaknya tahanan dan narapidana (napi) di Lapas Kelas II A Cibinong, Kabupaten Bogor ternyata memiliki angka kriminalitas cukup tinggi. Hal ini juga dibuktikan dengan data Polres Bogor yang mencatat 3.338 kasus kriminal sepanjang 2016. Jumlah ini tertinggi di Jawa Barat.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat Susy Susilawati me­nilai angka tindak kriminalitas di Kabupaten Bogor cukup tinggi dibanding Kota Bogor. Karena, jika dilihat dari peng­huni lapas di Kota Bogor hanya ada sekitar 700 napi dari ka­pasitas 500 orang, sedangkan di Kabupaten Bogor mencapai 1.413 napi dari kapasitas se­banyak 930 orang. “Padahal lapas di sini (Pondok Rajeg) baru dan awalnya hanya untuk membantu atau menyangga Jakarta saja. Ternyata untuk wilayah kabupaten saja sudah over kapasitas,” kata Susy se­telah menghadiri sertijab dan pisah sambut Kalapas II A Ci­binong dari Sudjonggo ke Anak Agung Gde Krisna, kemarin.

Susy menjelaskan, saat ini pemerintah tengah gencar membangun kapasitas dengan menambah ruang hunian di lapas. Namun demikian, jika ruang hunian yang ditambah berkapasitas sebanyak seratus orang tetapi kemudian diisi mencapai dua ratus napi, ten­tu hal itu sama saja dengan bohong. Karenanya, sekarang ini lebih baik mengambil lang­kah ke pemerataan seperti memindahkan napi ke lapas yang masih kosong. “Kaya lapas di Banjar itu kapasitasnya ada 700 dan baru diisi 450 orang. Makanya kita akan ambil lang­kah jangan sampai di satu lapas numpuk sementara di lapas lain agak berkurang,” jelasnya.

Ia menuturkan, kemenkumham tidak bisa bekerja sendiri untuk menekan angka tindak krimi­nalitas di setiap wilayah. Akan tetapi, sebagai aparat penegak hukum pihaknya memiliki ke­wajiban bersinergi dengan aparat kepolisian, kejaksaan, pengadilan serta unsur mus­pida lainnya agar bisa menekan angka kriminalitas. “Sebenarnya bukan tugas kita. Tetapi semua perlu bersinergi untuk menekan angka kriminalitas. Karena, ting­ginya kriminalitas juga faktor ekonomi dan pengangguran,” tuturnya.

Ia menambahkan Susy, tindak kriminalitas yang paling tinggi itu terjadi di persoalan nar­koba. Sebab, bukan hanya di Bogor tetapi seluruh Jawa Ba­rat hingga Indonesia hampir menangani persoalan yang sama. “Hampir 60 persen dari keseluruhan tindak kriminalitas akibat narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Mantan Ka­lapas Kelas II A Cibinong Sud­jonggo menjelaskan, memang dahulu itu lapas untuk Kabu­paten dan Kota Bogor serta Depok bercampur di satu tempat. Akan tetapi, setelah masing-masing wilayah men­dirikan lapas baru dan napi yang dititipkan diserahkan kembali ke masing-masing wilayah, napi yang ada di Ka­bupaten Bogor bukannya berkurang malah masih tetap di angka 1.500 orang. Secara tidak langsung hal ini mem­buktikan jika tindak krimina­litas di wilayah hukum Kabu­paten Bogor memang tinggi. “Bukannya berkurang, isinya malah tetap sama, secara tidak langsung tindak kriminalitas­nya memang cukup tinggi. Tetapi pelakunya bukan hanya dari warga Kabupaten Bogor, luar Kabupaten Bogor juga,” kata Sudjonggo.

Di sisi lain, ia menjelaskan, untuk pergantian kalapas ini merupakan hal yang biasa. Karena, apapun yang dilaks­anakan itu hal yang biasa dan memang sudah menjadi tugas baginya. “Tidak ada yang luar biasa ataupun istimewa. Se­lama menjabat juga saya senang-senang saja dan saya juga sudah pamitan kepada seluruh warga binaan. Saya juga percaya beliau (Anak Agung Gde Krisna) lebih hebat dari saya,” ujarnya.

Sementara itu, Kalapas Kelas II A Cibinong Anak Agung Gde Krisna mengatakan, untuk per­soalan overload kapasitas napi akan dilakukan langkah-langkah seperti melakukan percepatan atau pemenuhan hak-hak bagi warga binaan. “Kita akan usahakan mereka cepat keluar, tetapi sesuai dengan prosesnya atau aturan yang berlaku. Pada prinsipnya kami datang untuk melayani warga Kabupaten Bogor dan mohon dukungannya kepada seluruh pihak untuk mendukung program kami nanti,” katanya.

Sedangkan, dilanjutkan dia, untuk memimpin Lapas Kelas II A Pondokrajeg ini akan di­jaga betul-betul olehnya. Ka­rena, ini merupakan amanah yang diberikan pimpinan ke­padanya. “Ini amanah dan akan saya jaga betul. Kita akan la­kukan pemetaan dulu dan tentukan penerapannya se­perti apa. Berarapun anggota­nya akan kita optimalkan,” pungkasnya.

Halaman:

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Target Predikat KLA Utama, Pemkot Bogor Kejar PISA

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:16 WIB
X