Rabu, 8 Februari 2023

Heboh Gmbi Tuntut Santri Bayar Rp500 Juta

- Senin, 20 Maret 2017 | 08:00 WIB

METROPOLITAN - Media sosial (medsos) kembali men­ghebohkan masyarakat Kabu­paten Bogor. Kali ini beredar luas pesan ajakan untuk men­dukung tujuh santri yang tengah menjalani persidangan kasus pembakaran markas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Bogor yang berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong.

Melalui pesan singkat Whats­App yang dibagikan, ada dua poin yang disampaikan. Di antaranya mengajak masyara­kat hadir dalam persidangan di PN Cibinong pada Kamis (23/3) mendatang. Serta ajakan yang ditujukan terhadap setiap umat Islam untuk memberi dukungan donasi kepada san­tri yang dituntut Rp500 juta oleh salah satu ormas.

Hal tersebut pun langsung dibantah perwakilan dan juru bicara keluarga seluruh ter­dakwa Asep Jalaludin. Men­urutnya, pihaknya tak pernah melakukan ajakan itu, teru­tama untuk penggalangan dana seperti yang dimaksud dalam pesan berantai tersebut. “Saya sampaikan sekaligus meluruskan, terkait broadcast itu adalah hoax. Kami dari keluarga tidak pernah meny­erukan, apalagi meminta ban­tuan atau donasi kepada umat muslim yang mengatasnama­kan para santi yang saat ini dalam proses persidangan,” kata Asep.

Dengan dasar itu, ia yakinkan terkait selebaran atau broadcast yang mengatakan salah satu ormas yang menuntut uang sebesar Rp500 juta kepada para santri itu semua merupa­kan kebohongan besar dan fitnah keji. Sebab, kerugian itu hanyalah merupakan taksiran kerugian akibat kerusakan dan hilangnya aset atas pembaka­ran dan tindakan anarkisme yang terjadi pada Januari lalu. “Kami meminta kepada se­muanya agar tidak memper­keruh keadaan dan suasana dalam agenda-agenda persi­dangan yang akan dijalani santri. Pihak keluarga sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan ini,” ucap dia.

Namun demikian, ia menga­ku sangat menghormati dan mengapresiasi atas kepedulian yang ditunjukan ormas Islam, khususnya ormas Islam di Ka­bupaten Bogor dalam mem­beri dukungan kepada santri. “Kami dari keluarga mengajak sekaligus menyerukan kepada umat muslim agar tidak ter­pancing oleh isu-isu atau be­rita yang tak benar untuk mem­buat keadaan serta suasana semakin tak kondusif. Saya juga meminta maaf kepada GMBI yang secara tak langsung namanya dicatut dalam pesan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua GMBI Kabupaten Bogor Sambas Alamsyah menjelaskan bahwa pesan yang menuding dirinya meminta uang tuntutan sebe­sar Rp500 juta itu tidak benar. Sehingga, diharapkan kepada siapa pun secara perorangan maupun lemabaga atau ormas untuk menghentikan menyebar­kan berita bohong atau hoax yang mengatasnamakan san­tri dalam proses persidangan ini. “Kami dari GMBI tidak per­nah meminta itu. Itu hanyalah hasil analisa kajian dari aksi yang pernah terjadi. Saya minta ini dihentikan. Mari kita hormati proses hukum di setiap persi­dangan yang akan berlangsung ini,” tutupnya.

 (rez/b/els/run)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Reses Dewan di Ciampea Banjir Keluhan

Rabu, 8 Februari 2023 | 13:00 WIB
X