Sabtu, 4 Februari 2023

Lanud ATS Antisipasi Kerusuhan

- Kamis, 29 Maret 2018 | 09:29 WIB

-

METROPOLITAN – Situasi di Pangakalan Udara (Lanud) TNI Angkatan Udara (AU) Atang Sendjaja Bogor mendadak mencekam. Puluhan orang berkumpul dan berunjuk rasa di depan Lanud yang berada di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Rabu (28/3). Pengunjuk rasa menuntut penyelesaian sengketa tanah antara warga dengan korps dirgantara tersebut, bahkan dilanjutkan dengan aksi anarkis, memukul dan melempari petugas. Selain antisipasi huru-hara, simulasi meliputi bagaimana melakukan distibusi logistik pilkada saat terjadi bencana serta melakuakan tindakan kesehatan di atas helikopter.

Dengan sigap, petugas TNI AU membubarkan aksi massa dengan melakukan tindakan preventif. Didukung kendaraan taktis Water Canon. Petugas berusaha membubarkan massa yang semakin tidak terkendali. Hiruk pikuk itu merupakan bagian dari simulasi serta latihan bersama, sebagai puncak kegiatan TNI AU Lanud Atang Sendjaja dalam mengantisipasi peristiwa militer diluar perang.

Komandan Lanud Atang Sendjaja Marsekal Pertama (Marsma) TNI Irwan Dunggio mengatakan, simulasi kali menguji kesiapan dan kemampuan satuan-satuan Lanud Atang Sendjaja, dalam melaksanakan tugas pokok, baik dalam kondisi perang maupun selain perang. “Kesiapan anggota satuan diuji, kan sudah ada latihan satuan saja, nah ini latihan antar satuan, lebih besar, makanya simulasi ini latihan puncak. Ratusan anggota dilibatkan baik Skadron, Pashkas, dan pemadam kebakaran. Termasuk untuk antisipasi huru-hara ini, dalam tugas pokok kami selain perang,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Irwan menambahkan, simulasi kali ini juga bertepatan dengan persiapan TNI AU dalam menyambut Pilkada serentak, Juni mendatang. Penangannan huru-hara pun, disiapkan untuk menantisipasi adanya tindakan anarkis pada tahun politik seperti sekarang ini. “Selain antisipasi huru-hara, diantaranya ada bagaimana kami melakukan distibusi logistik pilkada saat terjadi bencana, tindakan kesehatan di atas helikopter. Dalam tahun politik, dua tahun ini, akan sangat penting. Sebab, sudah ada Mou dari TNI-Polri, sehingga kami punya tanggung jawab saat ada kejadian,” tandasnya.

Mou itu, kata Irwan, menegaskan tanggung jawab TNI AU, yang tidak hanya bertindak saat diminta kepolisian, tetapi juga langsung mengambil sikap saat ada peristiwa genting, dalam kaitan dengan kondusifitas di masyarakat. “Sebelumnya kami bertindak saat ada permintaan. Kini, ini juga tanggung jawab kami. Maka satuan-satuan harus siap. Nantinya, setelah simulasi, ada evaluasi, mana saja yang kurang, kelemahan dimana, karena kami tidak mau main-main dalam menjaga keamanan negara,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Wing 4 Lanud Atang Sendjaja Kolonel Pnb Bambang Juniar menuturkan, simulasi dan latihan puncak ini juga dilakukan dalam menyambut hari jadi TNI AU, 9 April mendatang. Sebab, pihaknya juga akan melakukan berbagai kegiatan diantaranya open base, demi mendekatkan diri dengan masyarakat. “Rencananya, pertengahan April, ada open base, menyambut hari jadi TNI AU. Demi mendekatkan diri dengan masyarakat, dan bisa lebih mencintai dunia dirgantara,” tuntasnya.

(ryn)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

5 Calon Kades Siap Tarung Pilkades Cipinang Rumpin

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:15 WIB

Rotasi Mutasi Pejabat Pemkot Bogor Masih Molor

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:19 WIB
X