Sabtu, 28 Januari 2023

Penataan Kota Hujan Bogor bakal Digeber

- Jumat, 8 Maret 2019 | 09:21 WIB

METROPOLITAN - Selain me­realisasikan sejumlah program prioritas di sektor pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bo­gor juga terus konsen menata kawasan. Ada tiga titik yang akan dijadikan fokus penataan dalam lima tahun ke depan. Mulai dari naturalisasi Sungai Ciliwung, Jalan Suryakencana hingga Taman Topi dan sekitarnya. “Tiga program itu akan digeber. Targetnya lima tahun, tapi se­moga dalam tiga tahun mulai terlihat bentuknya. Untuk pro­gram prioritas lainnya tetap berjalan di masing-masing wi­layah,” terang Wali Kota Bogor, Bima Arya, di sela Musyawarah Rencana Pembangunan (Mus­renbang) tingkat Kota Bogor, Rabu (6/3). Dalam gambar-gambar yang ditunjukkan Bima, nampak wajah Suryakencana dan seki­tarnya berubah total. Bangunan Bogor Plaza yang masa sewanya sudah habis akan dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terintegrasi dengan fasi­litas Park and Ride, pedestrian dan underpass menuju Kebun Raya Bogor (KRB). Di underpass tersebut juga akan dibangun pusat UMKM. “Penataan ka­wasan Surken sudah dilakukan bertahap dengan merevitali­sasi pedestrian dan merelo­kasi PKL yang biasa berjualan di atas trotoar. Untuk penataan kawasan Suryakencana dan sekitarnya secara menyeluruh akan dilakukan mulai 2020,” ujarnya. Mengenai sumber pendanaan, sambung Bima, pihaknya akan berkolaborasi dengan pelbagai pihak, karena membutuhkan ang­garan yang tak sedikit. ”Anggaran­nya sebagian dari APBD Kota Bogor. Ada juga bantuan pemerin­tah provinsi dan pemerintah pu­sat. Pak Gubernur juga siap men­dukung program ini dengan membuka peluang pendanaan lainnya, seperti CSR swasta, hibah luar negeri, dana umat, kredit infrastruktur daerah bank bjb dan lain sebagainya,” bebernya. Sementara itu, untuk kawasan Taman Topi dan sekitarnya akan ditata lebih cantik dan Islami, karena terintegrasi dengan Ma­sjid Agung dan Stasiun Bogor. “Rencana penataan Taman Topi ini didukung Pemerintah Provinsi dengan memberikan bantuan anggaran Rp15 miliar,” ujarnya. Program Naturalisasi Ciliwung, kata Bima, juga tak akan kalah berubah. Program yang sejalan dengan pemerintah pusat dan provinsi ini disebut-sebut akan indah seperti sungai-sungai di Korea. “Kegiatan diawali dengan membentuk Satgas yang diberi nama Kancra (Pasukan Ciliwung untuk Naturalisasi). Pasukan ini rutin patroli lima kali dalam se­minggu untuk sosialisasi kepada warga agar tidak membuang sampah ke sungai,” katanya. Bima menegaskan, naturali­sasi Ciliwung ini bukan sekadar mempercantik dan memperin­dah sungai, tapi juga ikut me­ningkatkan kualitas hidup warga. “Jadi, nanti akan dibangun IPAL, MCK, septic tank, pena­taan jalan dan pengelolaan sam­pah agar warga tidak membuang limbah ke sungai. Kami akan masif di sini dan mendapatkan bantuan pusat Rp5,5 miliar dan internasional Rp15 miliar. Ini akan jadi magnet wisata baru, sehingga memiliki nilai ekono­mis untuk warga sekitar,” imbuh­nya. Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangu­nan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Erna Hernawati, menga­takan, penataan tiga kawasan ini menjadi program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Bo­gor yang akan dilakukan berta­hap hingga lima tahun. Akan tetapi, dalam tiga tahun seluruh penataan kawasan diharapkan bisa selesai. “Harapan saya seluruh program pembangunan di Kota Bogor ini mendapat du­kungan dari masyarakat,” tegas­nya. Erna menambahkan, sejumlah program prioritas yang akan mulai dilakukan dan rampung pada 2020 antara lain, pembangunan pusat kuliner di setiap kecamatan, pembangunan sarana olahraga di setiap keca­matan, revitalisasi perpustakaan kota, 50 beasiswa bagi pelajar berprestasi setiap tahun, revita­lisasi pasar tradisional, pembangunan flyover di Jalan Martadinata dan Kebonpedes serta pembangunan gedung parkir di pusat kota.(*/yok/py)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Kota Bogor Gagal Bangun Pusat Pemerintahan Baru

Kamis, 26 Januari 2023 | 20:23 WIB
X