Sabtu, 28 Januari 2023

Murid SDN Layungsari Pilih Pindah Sekolah

- Jumat, 25 Oktober 2019 | 09:16 WIB

METROPOLITAN – Tidak cuma pipa aliran PDAM Tirta Pakuan saja yang bakal kena dampak pembangunan rel ganda atau double track kereta api Bogor-Sukabumi, dua sekolah di Kota Bogor juga dipastikan akan kena gusur. Yakni SDN Layungsari 2 dan SMAN 4 Kota Bogor. Tak cuma dihantui penggusuran tiga kelas, SDN Layungsari 2 juga terancam ditinggalkan siswa-siswanya.

Sebab, dari ribuan warga yang rumahnya tergusur proyek rel ganda, banyak juga dari anak-anak yang bersekolah di SD di bilangan Jalan Layungsari, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan itu. Operator Sekolah SDN Layungsari 2 Hendriyan Afif mengatakan, dari 326 siswa yang ada di sekolahnya itu, rata-rata tiap kelas ada sekitar 15 siswa yang bangunan atau rumah orang tua atau wali-nya terdampak penggusuran rel ganda. Untuk delapan kelurahan se-Kecamatan Bogor Selatan saja ada lebih dari 1.500-an warga yang harus angkat kaki dari rumah mereka yang ada di pinggiran lintasan rel.

Kalau dari data sementara laporan guru-guru kelas, hampir rata-rata satu kelas ada 15 siswa yang terdampak, tapi memang nggak semua langsung pindah ke tempat jauh, karena ada beberapa yang masih menunggu kepastian eksekusi lahan. Sembari mencari rumah yang nggak jauh dari sekolah, ” katanya.

Sejauh ini, baru ada dua siswa yang mengajukan diri untuk pindah sekolah lantaran akan pindah rumah ke daerah lain. Tak hanya itu, ‘potensi’ untuk kehilangan siswa rupanya cukup besar, lantaran jika 15 siswa tersebut, lalu dikalikan 12 kelas, maka kurang lebih ada 180 siswa yang bisa pindah lantaran terdampak rel ganda.

“Ya mau bagaimana lagi. Sejauh ini sudah ada dua yang mengajukan pindah, mau ke Bekasi atau kemana gitu. Yang pasti persoalan juga kalau sampai hitungan kita, yang 15 orang perkelas itu, pindah semua, ” terang Hendriyan.

Jika nanti tiga kelas tersebut harus digusur sesuai rencana pada Desember mendatang, ada berbagai opsi yang bisa ditempuh. Pertama, tetap menggunakan sarana SDN Layungsari 2, tanpa ‘menumpang’ ke sekolah lain, dengan menggunakna musala dan sebagian ruangan guru. Namun jika memungkinkan, ada opsi yang diberikan Dinas Pendidikan (Disdik) dengan ‘belajar bareng’ bersama siswa SD Layungsari 1, yang lokasinya berseberangan.

Persoalannya, ada suara keberaatan dari SDN tersebut lantaran saat ini kondisi siswa sudah penuh. Sehingga, opsi yang bisa ditempuh dengan menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tiga shift.

“Kalau nggak keberatan seperti itu. Lagi pula itu kan arahan dari Kadisdik ya. Dua opsi itu yang paling mungkin apalagi saat pembangunan kelas baru ya. Kan KBM nggak boleh berhenti. Secara umum, kami sih nggak mau kerahiman dalam bentuk uang, tapi langsung dengan bangunan Ruang Kelas Baru (RKB) saja, ” tukasnya.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fahrudin, memastikan sejauh ini ada dua sekolah di wilayah Kecamatan Bogor Selatan yang sudah didatangi dan diukur oleh tim terpadu, dan dinyatakan beberapa bagian dari lahannya bakal digusur karena masuk dalam peta rencana pembangunan. Yakni SMA Negeri 4 Bogor dan SD Negeri Layungsari 2.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Kota Bogor Gagal Bangun Pusat Pemerintahan Baru

Kamis, 26 Januari 2023 | 20:23 WIB
X