Rabu, 8 Februari 2023

Perda KTR jadi Krikil Bagi PHRI

- Rabu, 30 Oktober 2019 | 09:36 WIB

METROPOLITAN - Sejak terbitnya Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2009 tentang Kawasan Tentang Rokok (Perda KTR) oleh Pemerintah Kota Bogor, polemik terus bergulir dari beberapa lembaga, komunitas, hingga industri perhotelan dan restoran. Ketua Perhimpunan  Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, mengatakan, meski perda ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Kota Bogor. Namun, pihaknya terkendala dengan kebijakan ini, karena dalam praktiknya menyulitkan anggota PHRI. "Aplikasi perda ini cukup menyulitkan, karena mayoritas tamu berasal dari luar daerah,” ujar Yuno. Diakuinya, tamu-tamu yang berkunjung kerap memprotes adanya kebijakan tersebut. Terlebih, kebanyakan tamunya merupakan pejabat negara. Kebijakan ini pun membuat pihaknya dilema, sementara PHRI sendiri tujuannya adalah melayani. "Mereka katakan kok bisa? ini kan hak asasi saya (tamu, red) dan peredarannya tidak dibatasi bahkan, sampai sekarang juga tidak diharamkan juga oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), nah itu kadangkala staf kita ditingkat paling bawah merasa betul-betul sulit untuk memberikan penjelasan mengenai itu," jelasnya. Yuno mengungkapkan, dari 71 anggota PHRI di Kota Bogor sebagian hotel pernah mengalami  pembatalan pesanan, lantaran pengunjung mengetahui adanya aturan tersebut. "Dari tingkat industri restoran sangat berdampak sekali, karena biasanya orang yang merokok itu kan setelah habis makan itu mereka lebih kesulitan lagi. Lalu seperti pembatalan event-event tertentu," ujarnya. Dengan begitu, ia berharap kebijakan tersebut untuk lebih disinkronkan dengan Kota Bogor yang disebut-sebut sebagai kota pariwisata dan sebuah industri untuk bisnis dilarang agar tidak terlalu banyak batasan, meskipun tujuan itu buat kesehatan. "Tapi balik lagi itu menjadi sebuah hak asasi dan hak individu. Saya di sini akan berbuat semaksimal mungkin untuk bisa kerjasama dengan Pemkot Bogor,  tapi tentunya secara definisi dan logika,  jangan sampai membebani kami,” tegasnya. (ogi/c/yok/py)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Reses Dewan di Ciampea Banjir Keluhan

Rabu, 8 Februari 2023 | 13:00 WIB
X