Rabu, 1 Februari 2023

Wabup Minta Efisiensi

- Jumat, 22 November 2019 | 09:36 WIB

METROPOLITAN - Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, kemarin pagi. Kunjungan orang nomor dua di Bumi Tegar Beriman tersebut, untuk menginventarisir kendaraan dinas di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Selain menginventarisir kendaraan dinas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga ingin melakukan pendataan kendaraan yang sudah berumur diatas 10 tahun, sekaligus mengetahui kondisi kendaraan dalam kondisi baik atau rusak. "Sesuai hasil rapat bersama camat dan SKPD, kami ingin mengefisiensi kendaraan yang usianya diatas 10 tahun,” kata Iwan, saat ditemui wartawan koran ini, kemarin. Oleh karena itu, pihaknya ingin mengklasifikasi kendaraan yang masih dalam kondisi baik, sedang ataupun rusak milik pemerintah daerah. Iwan menilai, anggaran pemeliharaan kendaraan cukup besar setiap tahun yang dikeluarkan Pemkab Bogor. “Bahkan jika ditotal secara keseluruhan, pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020, besaran anggaran pemeliharaan kendaraan dari semua SKPD berkisar Rp18 miliar,” bebernya. Berdasarkan data BPKAD Kabupaten Bogor, jumlah kendaraan milik Pemerintah Kabupaten Bogor 2019 mencapai 4212 kendaraan. Semua terdiri dari 2666 unit kendaraan roda dua, 96 unit roda tiga, 1169 unit roda empat dan 281 unit kendaraan roda enam. Dari total kendaraan dinas sebanyak 4212 unit, 3456 unit dalam kondisi baik dan 223 dalam kondisi kurang baik. Untuk menambah validitas data, Iwan berencana akan memanggil seluruh bidang di bagian pemeliharaan kendaraan pada semua dinas yang ada. “Saya akan mewajibkan kepada mereka untuk membawa sejunlah berkas kelengkapan kendaraan. Meliputi, jenis kendaraan, pengguna kendaraan dan penanggungjawab kendaraan di semua SKPD se-Kabupaten Bogor,” ucapnya. Politisi Gerindra ini juga berencana, bakal melakukan pelelangan dan penjualan terhadap kendaraan yang memang sudah masuk dalam kategori rusak atau kendaraan yang sudah berumur dibawah 10 tahun. Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan berapa besaran harga yang bakal dibandrol untuk setiap mobil tersebut. “Intinya kami belum tahu definisi rusak berat, sedang itu seperti apa. Oleh karena itu, semua harus di inventarisir, apakah masih bisa diperbaiki atau di lelang saja,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Bidang Aset BPKAD Kabupaten Bogor, Bangun Sapta, menjelaskan, pihaknya akan melelang dan menjual 63 kendaraan yang masuk dalam kategori tidak layak dan rusak berat. Dengan rincian 46 mobil dinas, 16 mesin gilas dan 1 alat berat excavator. "Setelah lelang, nanti akan dilakukan pendatan kembali aset kendaraan yang ada. Kalau masih ada temuan kendaraan yang rusak berat, maka akan adakan lelang kembali,” singkatnya. (ogi/c/yok)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Pemdes dan Pemuda Desak Penataan Pasar Citeureup

Rabu, 1 Februari 2023 | 13:00 WIB

Skybridge Bojonggede Baru Dibangun 95 Persen

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:00 WIB

Target Predikat KLA Utama, Pemkot Bogor Kejar PISA

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:16 WIB
X