Rabu, 1 Februari 2023

Turun Naik Gunung Bawa Bantuan

- Kamis, 9 Januari 2020 | 09:42 WIB
BANTU KORBAN: Tim UNUSIA menggelar aksi solidaritas untuk membantu korban longsor di Kecamatan Sukajaya
BANTU KORBAN: Tim UNUSIA menggelar aksi solidaritas untuk membantu korban longsor di Kecamatan Sukajaya

METROPOLITAN - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor mengakibatkan longsor pada 11 desa di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten bogor, Jawa barat. Terhitung sejak hari selasa (31/12/19) sampai hari Rabu (1/1/2020) hujan terus membasahi kecamatan tersebut hingga pada akhirnya mengakibatkan bencana longsor. Mengetahui kondisi tersebut, tim Relawan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) menggelar aksi solidaritas untuk menanggapi korban bencana longsor yang menimpa salah satu desa di Kecamatan Sukajaya, yaitu Desa Pasir madang. Desa tersebut termasuk desa yang terisolasi akibat akses perjalanan terputus dan tertimbun tanah longsor. Medan perjalanan yang ekstrim membuat lambannya bantuan datang ke berbagai desa yang masih terisolasi. Namun hal tersebut bukan sebuah halauan bagi tim Relawan Unusia. Mereka langsung terjun ke desa Pasir madang, kecamatan Sukajaya yang mana desa tersebut masih rawan terjadi longsor susulan. Tim Relawan Unusia yang di komandoi Imam Sodiqul wa'adi (Sekretaris Umum PC PMII Kab.Bogor) berhasil menembus ke desa Pasir madang dengan berjalan kaki selama 60 - 90 menit untuk sampai ke desa tersebut. "Curamnya medan perjalanan membuat kami kesulitan untuk membantu para korban disana, namun dengan bantuan salah satu warga desa yang memandu kami, akhirnya kami bisa sampai kesana walaupun harus berjuang membentang jalan yang tertutup lumpur tebal" ujar Imam. Menurutnya, Desa Pasirmadang adalah desa yang belum tersentuh bantuan apapun sebelum timnya datang. Kondisi jalanan yang terendam material longsor membuat terhambatnya kendaraan roda empat maupun dua, termasuk kendaraan yang akan mendistribusikan bantuan logistik. “Akhirnya kami  menurunkan logistik di Posko Unusia yang terletak di Desa Ciputih, selanjutnya kami dan para warga memikul logistik untuk di antar ke Desa Pasirmadang," bebernya. Sejak terjadinya bencana longsor, sambung Imam, beberapa desa menjadi gelap gulita. Hal ini disebabkan karena banyaknya tiang listrik yang roboh akibat terpaan tanah longsor. Maka dari itu, warga sangat membutuhkan lampu penerangan untuk memperlancar keberlangsungan aktivitasnya. Al Abrori salah satu tim Relawan Unusia mengatakan, pendistribusian logistik untuk korban longsor di Kecamatan Sukajaya masih kurang merata. Pihaknya melihat ada satu posko besar di Kecamatan Sukajaya yang menjadi pusat turunnya bantuan logistik dari berbagai bantuan yang datang. Namun, sayangnya setelah logistik turun di posko tersebut, masyarakat yang harus mengambil sendiri keperluan mereka. Sehingga hal ini berdampak bagi masyarakat lansia. “Warga lansia itu rata-rata tidak mampu untuk naik turun memikul logistik sampai ke rumah mereka,” bebernya. Abrori menambahkan, pemerintah perlu mengerahkan jajarannya untuk menempatkan warga di berbagai titik dan di tiap desa, sehingga pembagian logistik bisa sampai secara maksimal untuk dibagikan ke tiap - tiap rumah. “Metode estafet juga perlu diterapkan, agar proses pendistribusian tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien,” ungkapnya. Saat ini keperluan yang dibutuhkan seperti makanan pokok, minyak goreng, roti, dan bumbu dapur sangat dibutuhkan oleh para korban. Maka dari itu tim Relawan Unusia berencana untuk terjun kembali pada hari Sabtu (1/11/2020) guna mempercepat pendistribusian bantuan kepada korban yang sedang menderita. (mul/c/yok)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Pemdes dan Pemuda Desak Penataan Pasar Citeureup

Rabu, 1 Februari 2023 | 13:00 WIB

Skybridge Bojonggede Baru Dibangun 95 Persen

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:00 WIB

Target Predikat KLA Utama, Pemkot Bogor Kejar PISA

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:16 WIB
X