Rabu, 31 Mei 2023

Berikan Trauma Healing Hingga Sebarkan Bantuan

- Rabu, 29 Januari 2020 | 09:18 WIB
PEDULI: Dirut RSUD Leuwiliang, Hesti Iswandari, memberikan bantuan secara simbolis kepada Kades Pasirmadang, Encep Sunarya, dalam menyambut HUT ke-5 PPK BLUD Leuwiliang di Desa Pasirmadang, Kecamatan Sukajaya, kemarin.
PEDULI: Dirut RSUD Leuwiliang, Hesti Iswandari, memberikan bantuan secara simbolis kepada Kades Pasirmadang, Encep Sunarya, dalam menyambut HUT ke-5 PPK BLUD Leuwiliang di Desa Pasirmadang, Kecamatan Sukajaya, kemarin.

METROPOLITAN - Bencana yang meluluh lantakan Kecamatan Sukajaya di awal tahun, terus mengundang simpati dari perbagai instansi, organisasi kemasyarakatan, relawan hingga pemerintah. Meski bantuan mengalir sejak 28 hari pasca terjadinya bencana, masyarakat masih membutuhkan bantuan dari tangan-tangan dermawan. Baik itu bantuan moril hingga materil. Semua ini terlihat saat rombongan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang beserta karyawan dan staf, mengunjungi camp pengungsi di Desa Pasirmadang, Kecamatan Sukajaya, kemarin. Kegiatan bakti sosial yang juga masuk rangkaian ulang tahun PPK BLUD Leuwiliang yang ke-5, disambut hangat oleh pengungsi. Acara yang dihadiri oleh Direktur Utama RSUD Leuwiliang, Hesti Iswandari, Wakil Direktur, Inlaurizen, dokter spesialis hingga perawat berjalan lancar. Terlihat dari animo pengungsi yang begitu antusias mengikuti rangkaian acara sejak pukul 09.00 WIB di balai desa. Acara pun dimulai dengan memberikan trauma heling kepada para pengungsi yang didominasi kaum ibu dan anak-anak. Melalui dentangan lagu yang menghentak, para pengungsi pun begitu ceria berjoged dan sejenak bisa melupakan musibah yang menimpanya. Tak hanya itu, pihak rumah sakit pun menerjunkan dokter kejiwaan untuk ikut mengilangkan trauma kepada anak-anak korban bencana. Bantuan berupa 100 paket peralatan sekolah, 265 paket sembako, 50 paket alat solat dan pakaian layak pakai, hingga 300 paket makanan bergizi untuk balita dan ibu menyusui pun diberikan rumah sakit untuk para pengungsi. Bahkan, pengobatan gratis pun ikut digelar di lokasi pengungsian. “Memang pesan langsung dari Bupati itu, kesehatan masyarakat yang ada di posko pengungsian harus dipantau langsung. Jangan sampai masyarakat terlantar dan tidak diperhatikan. Maka dari itu kami untuk turun langsung dan memberikan pelayanan serta bantuan kepada masyarakat,” ujar Dirut RSUD Leuwiliang, Hesti Iswandari kepada Metropolitan saat ditemui dilokasi di sela-sela kegiatan baksos, kemarin (28/1). Selain memberikan bantuan fisik, pengobatan berupa trauma healing untuk anak-anak juga menjadi salah satu prioritas utama bagi tim RSUD Leuwiliang. Sebab, berdasarkan laporan yang diterima oleh tim RSUD Leuwiliang, anak-anak yang menjadi korban bencana, masih ketakutan dan trauma akan terjadinya bencana susulan dilokasi kejadian. Banjir bandang dan tanah longsor yang telah menghilangkan kampung halaman mereka, sambung Hesti akan terus menjadi mimpi buruk bagi anak-anak, jika tidak segera diobati. Ia juga berpesan kepada masyarakat agar jangan sungkan untuk berobat ke RSUD Leuwiliang, karena pihaknya sudah menyiapkan pelayanan secara maksimal. “Kalau seandainnya ada masyarakat yang membutuhkan pengobatan, bisa langsung saja ke RS Leuwiliang, akan kami layani dengan sepenuh hati,” ujarnya. Dari informasi yang diterima oleh Metropolitan, sejauh ini RSUD Leuwiliang sudah memberikan pengobatan kepada 62 korban terdampak bencana di RSUD Leuwiliang. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter RSUD Leuwiliang, saat ini penyakit yang menyerang para pengungsi pasca bencana masih didominasi oleh diare dan penyakit kulit. Tetapi, Wakil Direktur Administrasi RSUD Leuwiliang, Inlaurinze, menyatakan, kalau stok obat yang ada mencukupi sampai satu bulan kedepan. Sehingga, walaupun status tanggap darurat akan dicabut pada akhir Januari nanti, masyarakat yang ada di posko pengungsian akan tetap terjaga kesehatannya. “Selain stok obat-obatan, kami juga terus mengajak masyarakat agar menjaga pola hidup sehat dengan melakukan senam. Karena jika masyarakat menjaga kondisi tubuhnya tetap prima, penyakit akan sulit masuk kedalam tubuh,” jelasnya. Menanggapi hal ini, Kepala Desa Pasirmadang, Encep Sunarya mengucapkan terimakasihnya atas bantuan dari pihak rumah sakit. “Bantuan yang diberikan sangat berharga bagi warga disini, kami hanya bisa membalasnya dengan doa saja,” singkatnya. Sebelum turun ke Desa Pasir Madang, tim RSUD Leuwiliang sudah memberikan bantuan ke Desa Curug Bitung, Desa Urug, Desa Cileuksa, Desa Malasari di Kecamatan Nanggung dan Desa Cisarua.(dil/c/yok)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X