Rabu, 1 Februari 2023

Ngeri! Klaster SKPD di Bogor Tambah Banyak

- Selasa, 24 November 2020 | 11:17 WIB

Setelah Bupati Bogor Ade Yasin positif Covid-19 pada Rabu (18/11), klaster perkantoran pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali bermunculan. SETELAH sebelumnya kasus Covid-19, membuat seorang pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) meninggal dunia dan enam pegawai Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor positif Covid-19. Kali ini kasus positif Covid-19 terjadi di Di­nas Lingkungan Hidup dan Dinas Tanaman Pangan, Hor­tikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor. Berdasarkan sumber internal yang diterima Metropolitan, dua pegawai pelaksana DLH positif Covid-19. Meski begitu, pihak internal belum menge­tahui dari mana kedua pegawai DLH tersebut terpapar. Atas kejadian itu, DLH Kabupaten Bogor melakukan penutupan kantor sementara hingga Jumat (27/11). ”Iya betul ada dua yang positif Covid-19, makanya saat ini kantor sedang lockdown,” katanya saat dihubungi Met­ropolitan. Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan, mem­benarkan kabar tersebut. Ba­hkan, kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor juga terkon­firmasi positif Covid-19. Jika dua pegawai positif pada DLH dan kepala Distanhorbun Ka­bupaten Bogor belum bisa dipastikan dari mana terpapar. ”Tapi, kita belum bisa pastikan apakah mereka terpapar dari bupati Bogor atau bukan,” ujarnya. Tak hanya itu, salah seorang pegawainya di Dinas Komu­nikasi dan Informatika (Dis­kominfo) Kabupaten Bogor juga terpapar Covid-19. ”Ada satu pegawai kita juga yang positif. Tapi lagi-lagi kita belum bisa pastikan apakah terpapar dari bupati Bogor atau dari mana,” paparnya. Irwan Purnawan menjelaskan, saat ini total sudah ada tujuh pegawainya yang dinyatakan Covid-19. ”Hari ini bertambah empat, jadi total ada tujuh pegawai kami yang positif Co­vid-19,” katanya. Meminimalisasi potensi penyebaran, pihaknya langs­ung melakukan penyemprotan di seputaran kompleks kantor Diskominfo Kabupaten Bogor. ”Tadi di dalam dan luar kantor kita lakukan penyemprotan disinfektan tanpa terkecuali,” ujarnya. Tidak hanya penyem­protan disinfektan, pihaknya juga langsung memberlakukan pembatasan pegawai. ”Mulai besok yang berkantor hanya 50 persen dari total keseluru­han karyawan kami,” ungkap­nya. Sementara itu, Dinas Kese­hatan (Dinkes) Kabupaten Bogor terus melakukan tracing terhadap sejumlah pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki riwayat pernah kontak erat dengan bupati Bogor dalam kurun waktu se­pekan terakhir, sebelum bu­pati dinyatakan positif Covid-19 pada Rabu (18/11). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, Dedi Syarif, mengatakan, sejak Bupati Bogor Ade Yasin dinya­takan positif Covid-19 pada Rabu (18/11), pihaknya sudah melakukan tracing kepada 150 pejabat dan ASN. Sejauh ini tracing dilakukan di dua tempat berbeda. Per­tama di kantor Dinas Peker­jaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) pada Rabu (18/11). Kedua, di lapangan tenis kompleks Pendopo Bu­pati Bogor pada Sabtu (21/11). ”Kita melakukan tracing ke­pada pejabat yang punya ri­wayat kontak erat dengan bupati tujuh hari ke belakang. Di DPUPR sebanyak 60 orang kita lakukan swab test dan di lapangan tenis pendopo bu­pati sebanyak 90 orang,” kata­nya saat dikonfirmasi Senin (23/11). Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah, meng­ingat sampai saat ini tracing terus dilakukan Dinkes Kabu­paten Bogor. Sampai saat ini dari 150 tracing yang sudah dilakukan baru swab test dan belum ada satu pun yang menunjukkan hasil positif Covid-19. ”Dari 60 yang kita swab test di DPUPR, Alham­dulillah semuanya negatif. Sementara untuk di lapangan tenis Kompleks Pendopo Bu­pati Bogor masih dalam pe­meriksaan. Hasilnya, kita prediksi baru akan diketahui pertengahan pekan ini,” ujar­nya. Disinggung soal jumlah ASN dan pejabat yang bakal di-tracing, Dedi mengaku belum bisa memastikan hal tersebut. ”Kita belum bisa pastikan be­rapa jumlah pastinya. Yang jelas, kita akan menyesuaikan kebutuhan tracing-nya nanti,” tuturnya. Mempercepat dan memper­mudah proses tracing, pihaknya akan mengerahkan 13 tenaga swaber di Dinkes Kabupaten Bogor. Setiap pekannya, dinkes berencana melakukan peme­riksaan massal di sejumlah kantor pemerintahan secara terjadwal. ”Kami akan masif­kan tracing dengan mener­junkan 13 tenaga swaber. Kita juga akan coba buat jadwal tracing berdasarkan kantor pemerintahan. Jadi, nanti se­tiap hari petugas swaber kami berkeliling di dinas-dinas un­tuk melakukan pemeriksaan massal yang terjadwal,” pung­kasnya. (ogi/c/mam/py)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Pemdes dan Pemuda Desak Penataan Pasar Citeureup

Rabu, 1 Februari 2023 | 13:00 WIB

Skybridge Bojonggede Baru Dibangun 95 Persen

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:00 WIB

Target Predikat KLA Utama, Pemkot Bogor Kejar PISA

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:16 WIB
X