Minggu, 5 Februari 2023

Disperdagin Bidik Pedagang Nakal

- Rabu, 23 Desember 2020 | 10:18 WIB

METROPOLITAN – Dinas Perdagangan dan Perindu­strian (Disperdagin) Kabu­paten Bogor berencana bak­al menggelar inspeksi men­dadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dalam waktu dekat. Terlebih jelang tahun baru harga sembako di sejumlah pasar mengalami kenaikan cukup signifikan. Kepala Disperdagin Kabu­paten Bogor, Nuradi, men­gatakan, sidak tersebut ber­tujuan memantau pergerakan harga bahan pokok jelang pergantian tahun. ”Biasanya pada momen jelang pergan­tian tahun seperti ini harga bahan pokok mengalami ke­naikan. Makanya penting kami melakukan sidak harga bahan pokok,” katanya. Rencananya, sidak tersebut menyasar sejumlah pasar tradisional dan sejumlah swa­layan besar di Kabupaten Bogor. Hal tersebut bertujuan memantau pergerakan harga bahan pokok di pasar dan swalayan jelang pergantian tahun. ”Kami harus pastikan jika kenaikan yang terjadi tidak terlalu melambung tinggi. Mengingat dalam kon­disi pandemi Covid-19 se­perti ini, daya beli masyarakat sedang lemah,” paparnya. Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, jelang pergantian tahun, harga cabai merah di pasaran tengah ke­naikan harga cukup signifikan dari yang semula Rp25 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram. Kini harganya meroket hing­ga Rp60 ribu per kilogram. ”Tentu ini harus disikapi. Kami harus mencari tahu apa penyebab harga cabai merah meroket seperti ini. Makanan­nya kita harus selidiki dengan mendatangi pasar-pasar,” tuturnya. Selain melakukan peman­tauan harga di pasaran, pi­haknya juga menggelar Ope­rasi Pasar Murah (OPM) di 15 kecamatan di Kabupaten Bogor. Sebanyak 15 kecama­tan tersebut yakni Kecamatan Cibinong, Citeureup, Suka­raja, Cariu, Dramaga, Ciampea, Leuwisadeng, Jasinga, Cibung­bulang, Tenjolaya, Sukajaya, Nanggung, Tenjolaya, Su­kamakmur dan Kecamatan Cigombong. Program tersebut nantinya bakal menyasar 12.855 Rumah Tangga Miskin (RTM) di 15 kecamatan, dengan kuota mencapai 857 paket untuk setiap kecamatan. ”Paket bantuan ini isinya beragam, mulai dari beras 10 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula bervitamin A 1 kilogram dan nugget 4 pcs atau setara dengan Rp201 ribu. Jadi, masyarakat cukup mem­beli paket ini seharga Rp50 ribu,” tuturnya. Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan, ke­giatan tersebut bertujuan untuk menekan lonjakan harga kebutuhan bahan pokok di pasar. Kenaikan harga ba­han pokok di pasar lumrah terjadi. Terlebih pada momen tertentu seperti jelang per­gantian tahun. ”Biasanya jelang Lebaran, bulan puasa dan Natal, Tahun Baru atau waktu tertentu, harga bahan pokok sering mengalami kenaikan. Maka­nya kami menggelar bazar ini untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ka­tanya. Tak hanya itu, bazar pasar murah ini juga bertujuan menekan lonjakan harga bahan pokok di pasaran. ”Karena pada waktu-waktu tertentu harga bahan baku di pasar sering mengalami kenaikan, makanya kita ada bentuk subsidi kepada ma­syarakat supaya meringankan beban masyarakat juga,” tukasnya. (ogi/b/mam/py)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

5 Calon Kades Siap Tarung Pilkades Cipinang Rumpin

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:15 WIB

Rotasi Mutasi Pejabat Pemkot Bogor Masih Molor

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:19 WIB
X