Rabu, 1 Februari 2023

Imbas Pembangunan KEK Banyak Warga Jadi Korban

- Kamis, 25 Februari 2021 | 11:20 WIB

METROPOLITAN - Rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Bogor rupanya berimbas pada pemukiman warga. Hal itu menjadi perhatian wakil rakyat di Bumi Tegar Beriman. Sebab, puluhan rumah di Kampung Ciletuhhilir, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, mengalami keretakan akibat hilir-mudik dan aktivitas alat berat di kawasan tersebut. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Usep Supratman, mengatakan, pemerintah seharusnya mendengarkan betul keluh kesah dan tanggapan masyarakat soal pembangunan KEK. Salah satunya seperti pembangunan megaproyek di kawasan Cigombong. Menurutnya, pemerintah harus hadir di tengah masyarakat untuk menjawab segala keinginan dan harapan masyarakat. ”Kita harus mendengarkan betul tanggapan masyarakat sekitar soal KEK ini. Kita juga harus melihat dampak positifnya bagi masyarakat,” katanya, Rabu (24/2). Jika pembangunan itu me­nyengsarakan masyarakat, ini mesti menjadi catatan dan perhatian pemerintah. ”Kalau cuma menyengsarakan ma­syarakat ya harus jadi perha­tian pemerintah daerah untuk dilanjutkan ke pemerintah pusat,” bebernya. Selain itu, Usep juga me­minta pengembang dan pe­merintah pusat selaku pemi­lik hajat memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. ”Kalau masyarakat dirugikan harus ada solusi dan kom­pensasinya. Jangan seenaknya begitu, asal bangun tanpa memikirkan dampak,” ujarnya. Politisi PPP ini juga mem­buka selebar-lebarnya pintu aduan untuk masyarakat yang merasa dirugikan dan terdam­pak pembangunan KEK terse­but. ”Saya sebagai wakil rakyat dari selatan siap menampung keluhan masyarakat terkait dampak apa yang ditimbulkan dari proyek ini. Komisi I DPRD Kabupaten Bogor juga mem­buka pintu aduan bagi masy­arakat. Sebab, tugas kami me­mang menampung suara dari masyarakat,” paparnya. itu, Sekretaris Perusahaan MNC Tunggal belum membe­rikan keterangan apa pun saat dihubungi Metropolitan soal kasus tersebut. ”Saya bukan orang yang tepat untuk men­jawab soal ini. Nanti saya coba carikan orang yang tepat untuk menjawabnya,” katanya singkat. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum juga mem­berikan keterangan. Terpisah, Kepala Desa Wa­tesjaya, Kecamatan Cigom­bong, Kabupaten Bogor, Rudi, mengaku belum bisa berkomentar banyak menge­nai permasalahan ini. ”Datang saja ke kantor, saya juga belum tahu soal kasus ini,” pungkas­nya. (ogi/a/mam/py)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Pemdes dan Pemuda Desak Penataan Pasar Citeureup

Rabu, 1 Februari 2023 | 13:00 WIB

Skybridge Bojonggede Baru Dibangun 95 Persen

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:00 WIB

Target Predikat KLA Utama, Pemkot Bogor Kejar PISA

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:16 WIB
X