Rabu, 8 Februari 2023

200 Sekolah Di Kota Bogor Buka PTM Terbatas, Dedie Sebut Masih Banyak Siswa Naik Angkot

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 11:40 WIB

Kota Bogor akhirnya mulai melaksanakan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, Senin (4/10). Tak kurang dari 200 sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK melangsungkan PTM terbatas. WAKIL Wali Kota Bogor Dedie Rachim didampingi Kepala Dinas Pendidikan Hanafi dan Kepala Dinas Kese­hatan dr Sri Nowo Retno meninjau langsung pelaks­anaan PTM terbatas di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Kota Bogor. “Setelah 1,5 tahun kita menunggu akhirnya hari ini 4 Oktober 2021 Kota Bogor melaksanakan lagi PTM. Ada sekitar 115 setingkat SMA (dan sisanya SMP, red) yang mulai melaksanakan PTM. Lengkap­nya nanti pada 11 Oktober,” katanya. Selain itu, F2 pun membe­rikan catatan pada hari per­tama pelaksanaan PTM di Kota Bogor. Paling utama yakni protokol kesehatan (prokes) harus terus diupay­akan, dilakukan secara ketat dan sesuai daftar periksa dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. “Saya yakin di rumah anak-anak sudah divaksin, orang tua sudah divaksin, rumah juga Insya Allah aman. (Tapi, red) Masih ada anak yang ke sekolah menggunakan sarana angkutan umum. Jadi harus ada treatment khusus. Jangan sampai rumah steril, sekolah steril, tapi di tengah-tengah ini rawan,” ujar Dedie. Untuk memastikan semua aman, menurut Dedie, harus ada metode khusus yang di­kembangkan untuk saling melindungi, mencegah ter­jadinya penularan saat per­jalanan menuju dan kem­bali sekolah. “Misalnya, anak-anak yang memakai angkutan umum memakai disinfektan chamber. Kemudian dipasti­kan setiap ruangan ada be­berapa petugas yang mem­bawa disinfektan dan mela­kukan disinfeksi,” lanjutnya. Di sisi lain, ia mencatat, se­lama pandemi di Kota Bogor hampir 40.000 orang terpapar Covid-19. Hari ini pula ada 55 orang yang masih positif Covid-19, di mana 3 orang di antaranya masih dirawat di RSUD Kota Bogor. “Jadi, risiko dari pembu­kaan PTM ini harus ditekan semaksimal mungkin supaya tak terjadi lagi paparan-pa­paran baru. Mohon pada KCD, kepsek dan tim komite seko­lah untuk memperhatikan hal seperti ini,” tukasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bo­gor, Hanafi, mengungkapkan, persiapan PTM terbatas sudah dilakukan sejak lama dan tidak sederhana. Upaya terus dila­kukan agar PTM terbatas bisa terselenggara dengan persiapan matang. “Untuk gelombang pertama ada 44 SMP dari negeri dan swasta serta ada 27 yang sedang kita verifikasi. Ada pula seki­tar 115 setingkat menengah atas. Yang lainnya secara si­multan terus berjalan,” kata Hanafi. Kekhawatiran paparan virus dari luar sekolah atau rumah memang perlu diantisipasi. Maka dari itu, siswa dianjurkan tidak menggunakan transpor­tasi umum. “Kenapa kita anjur­kan tidak naik angkot? Sebab, perjalanan naik angkot relatif sempit. Khawatir tidak bisa jaga jarak, jadi kalau angkotnya kosong kenapa tidak. Makanya kita menganjurkan sama orang tua itu naik ojek online,” tutup Hanafi. (ryn/eka/py)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Reses Dewan di Ciampea Banjir Keluhan

Rabu, 8 Februari 2023 | 13:00 WIB

Ini Kesan Rudy Susmanto di Momen HUT Gerindra ke-15

Senin, 6 Februari 2023 | 19:47 WIB
X