Kamis, 9 Februari 2023

Peringati HKN ke-57 di Kota Bogor, Bima Ingatkan Masalah Kesehatan Itu Bukan hanya Covid-19

- Senin, 13 Desember 2021 | 11:20 WIB

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengingatkan bahwa saat ini persoalan kesehatan bukan hanya Covid-19, namun ada pekerjaan rumah atau PR yang harus diselesaikan dari hulu ke hilir dalam mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota Sehat. BIMA Arya menegaskan, persoalan kesehatan tidak selalu tentang Covid-19, namun ada kanker, stunting, ODF, ODGJ dan lainnya yang masih menjadi persoalan dari hulu ke hilir. “Target pada 2024 yang di­tetapkan harusnya stunting lebih rendah dari 10,7 atau bahkan 5 persen. Jika semua kerja keras secara bersama-sama tidak ada yang tidak bisa dicapai. Jangan terkuras terhadap isu pandemi yang memang menguras hati, sisakan ruang-ruang kesiapan kita untuk menangani kese­hatan dari hulu ke hilir,” ka­tanya saat puncak Hari Kese­hatan Nasional (HKN) ke-57 tingkat Kota Bogor di Puri Begawan, kemarin.­ Tak hanya itu, Bima Arya juga meminta jangan hanya kuratif dan rehabilitatif, namun harus juga preventif, promo­tif dan preemtif untuk menga­jak semua bergerak menerap­kan pola hidup bersih, meng­gelorakan semangat olahraga dan menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang peduli kese­hatan sesuai turunan visi Kota Bogor. “Sisakan tenaga kita untuk tetap mengurusi kesehatan dari hulu ke hilir,” jelasnya. Menurutnya, ada tiga hal yang dilakukan Kota Bogor dalam menghadapi dan me­nangani di bidang kesehatan, khususnya di masa pandemi Covid-19, yakni dahsyatnya kolaborasi, indahnya inovasi dan kesabaran tanpa henti dari semua pihak di Kota Bo­gor. “Kalau tidak sabar tidak mungkin untuk kita semua bisa menghadapi pandemi. Kalau ada kepala dinas yang paling sering saya marahi, itu adalah kadinkes. Kalau ada camat atau lurah dipanggil Pak Kapolresta, saya bilang sabar, jangan berpikir macam-macam, ini untuk kebaikan semua. Teguran yang ada untuk kebaikan semua, bukan personal. Kata kuncinya, ke­tika bertugas adalah melam­paui tupoksi, berpikir melam­paui tupoksi, bekerja sama, berkolaborasi dan terus mela­kukan inovasi,” bebernya. Dalam kesempatan itu, ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor ini menyampaikan apresiasi secara khusus ke­pada Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purn­omo Condro dan Dandim 0606 Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan atas kegigihan­nya melakukan inovasi mem­bantu menangani pandemi Covid-19 di Kota Bogor. Se­hingga hasil yang didapat tidak hanya bermanfaat bagi Kota Bogor, tetapi juga menjadi benchmarking bagi daerah lain di Indone­sia, di antaranya penerapan ganjil-genap, pelantikan kepala dinas menjadi direk­tur vaksin berkolaborasi dengan berbagai pihak. “Hari ini situasinya berbeda, ini tentu bukan pesta keme­nangan dan belum saatnya dirayakan. Tapi harus disyu­kuri. Jadikan masa sulit yang kita lewati menjadi pembe­lajaran bagi kita semua. Ini adalah hasil kesabaran semua, tapi semua tetap harus anti­sipasi dan tidak boleh lengah,” tegasnya. Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menyam­paikan, 57 tahun bukan wak­tu singkat dan telah banyak upaya kesehatan yang dila­kukan untuk mewujudkan Kota Bogor sehat. Masih ba­nyak tantangan yang harus dihadapi bersama tak hanya Covid-19, tapi juga beban ganda penyakit, seperti masih tingginya penyakit menular dan tidak menular. Penyakit degeneratif, hipertensi, jan­tung, kardiovaskuler, stroke dan kanker yang angkanya di Kota Bogor semakin mening­kat. Ditambah stunting, status gizi, sanitasi, kesehatan ling­kungan dan menurunkan angka kematian ibu serta bayi yang menjadi program prio­ritas nasional maupun Kota Bogor. “PR bersama lainnya adalah sanitasi, kesehatan lingkungan dan ODF,” sebut­nya. Retno, sapaan Kadinkes, menuturkan, rangkaian ke­giatan HKN ke-57 tingkat Kota Bogor telah dilaksanakan selama November 2021 dengan seluruh fasilitas kesehatan dan seluruh organisasi pro­fesi kesehatan. Mulai dari edukasi penyuluhan keseha­tan, Geber Covid-19, sidak KTR, talkshow terkait sehat dalam masa pandemi, peng­abdian masyarakat, pembe­rian sarana prokes, donor darah dan pencanangan ko­mitmen cegah stunting. “Peringatan ini menjadi momentum untuk bersyukur, karena kondisinya sudah cu­kup melandai dibanding ka­sus Juli 2021. Bahkan, Sabtu Minggu lalu nol kasus, harus dipertahankan. Capaian vaksi­nasi mencapai 89,43 persen, dahsyatnya varian delta mengakibatkan 460 nakes Kota Bogor terpapar Covid-19,” sebutnya. Di akhir acara, diberikan pula penghargaan kepada pihak-pihak yang telah mem­bantu program kesehatan di Kota Bogor. Selain itu, peng­hormatan bagi tenaga kese­hatan yang telah mengor­bankan nyawa dan jiwanya dalam penanganan pandemi Covid-19 dan vaksinasi. (ryn/eka/py)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Reses Dewan di Ciampea Banjir Keluhan

Rabu, 8 Februari 2023 | 13:00 WIB
X