Senin, 30 Januari 2023

Tokoh Lintas Agama di Bogor Sepakat Jaga Kondusivitas di Bumi Tegar Beriman

- Rabu, 2 Maret 2022 | 11:10 WIB

METROPOLITAN – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor kumpul bareng tokoh agama dan tokoh masyarakat di Hotel Grand Mulya Sentul, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa (1/3). Mereka duduk bareng dalam acara Coffee Morning bertajuk ‘Memperkokoh Komitmen Kebangsaan Tokoh Lintas Agama dalam Moderasi dan Toleransi’. Hasilnya, semua sepakat menandatangani pernyataan sikap bersama untuk menjaga kondusivitas wilayah Bumi Tegar Beriman. Pernyataan sikap tersebut berisi beberapa poin, di an­taranya menolak ekstrimisme dan liberalisme dalam bera­gama yang merupakan kunci keseimbangan kehidupan sehari-hari demi terciptanya kehidupan beragama yang harmonis dalam kerangka Pancakarsa. Kedua, menghindari tinda­kan anarkis dan kekerasan dalam menyikapi permasa­lahan dan situasi yang sedang berkembang serta mengede­pankan upaya-upaya tindakan preventif dalam penanganan masalah untuk terciptanya situasi Kamtibmas yang kon­dusif. Ketiga, saling menghor­mati dan menghargai serta menerima perbedaan hidup dalam lingkungan yang har­monis. Keempat, bersedia bekerja sama dengan pe­merintah dan aparat untuk meneguhkan komitmen penanganan Covid-19 be­serta dampak sosial yang ditimbulkannya. Kelima, senantiasa memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa, tetap setia terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bogor, Ade Yasin, me­negaskan bahwa komunikasi antarseluruh komponen ma­syarakat yang beragam sang­at penting untuk membangun sinergi, memperkokoh komit­men kebangsaan dalam mo­derasi dan toleransi antarsu­ku dan umat beragama. Khu­susnya dalam wabah Covid-19 yang menuntut solidaritas dan gotong-royong. “Alhamdulillah, sampai saat ini Kabupaten Bogor dalam keadaan kondusif. Permasa­lahan yang muncul selalu dapat diselesaikan bersama pemerintah daerah, Forko­pimda dan tokoh agama mau­pun tokoh masyarakat,” ujar Ade Yasin. Menurutnya, upaya meme­lihara kerukunan umat bera­gama adalah tanggung jawab bersama. Harus melibatkan peran aktif pemerintah, tokoh atau pemuka agama, organi­sasi keagamaan dan organi­sasi masyarakat, baik dalam deteksi dini maupun penanga­nan konflik di masyarakat. “Saya berharap melalui forum ini dapat menguatkan komit­men kita untuk menciptakan kehidupan antarumat bera­gama yang moderat, toleran, harmonis, demi terwujudnya stabilitas daerah yang kon­dusif dan visi Kabupaten Bo­gor termaju, nyaman dan berkeadaban,” harapnya. Sementara itu, Ketua Maje­lis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukri Aji, bersyukur perte­muan tersebut dihadiri para kiai, habib, tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama. Ia mengaku setiap tahun forum seperti ini selalu dige­lar agar seluruh tokoh lintas agama selalu kompak, saling bergandeng-tangan dan saling merangkul. “Soal beragama lakum di­nukum waliyadin, bagimu agamamu, bagiku agamaku, indah sekali. Tidak ada aku minoritas atau aku mayoritas, dengan bersama-sama lebih kuat, dan insyaallah lebih mengaktualisasikan kembali,” kata Ahmad Mukri Aji. Ia juga berkomitmen men­jaga persatuan dan kesatuan dalam berbangsa agar jangan sampai terpecah belah.“Kita senantiasa berdoa Kabupaten Bogor tercinta ini insyaAllah selalu dalam keadaan damai dan penuh keberkahan,” tan­dasnya. (fin/mam/py)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

X