Jumat, 3 Februari 2023

Banyak Investor Mundur di Kabupaten Bogor, Dace Salahkan Minimnya Lahan

- Jumat, 25 November 2022 | 11:01 WIB

Minimnya lahan untuk kawasan industri, rupanya menjadi salah satu kendala masuknya investor ke Kabupaten Bogor. Hal itu membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat mengembangkan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). KEPALA Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Ter­padu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor, Dace Su­priadi, menyebutkan, banyak investor yang ingin masuk ke Kabupaten Bogor, namun terhadang lahan yang terba­tas untuk kawasan industri. “Karena kalau industri kita punya kawasan berbeda dengan Bekasi atau Karawang, sehingga laju investasi di sana sangat tinggi. Kalau di Kabupaten Bogor, kawasan industrinya kan sedikit, se­perti Bogorindo, itu pun sudah penuh. Lalu, Menara Permai Cileungsi juga sudah habis. Tinggal di belakang Indoce­ment yang masih ada lahan atau kavling, karena yang lain­nya merupakan KPI. Beda dengan kawasan industri, kalau kawasan industri satu hamparan bisa pabrik semua. Sedangkan KPI bercampur dengan pemukiman,” beber­nya. Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, mengatakan, Kabupa­ten Bogor sebagai kawasan hulu atau daerah yang terba­tas kondisinya sangat ber­beda dengan daerah di seki­tarnya. Sehingga ruang pe­manfaatannya pun sangat terbatas. “Kita sangat selektif mengembangkan kawasan industri. Walau akan bertam­bah, kita saat ini lebih pada bagaimana mengamankan kawasan industri yang sudah tumbuh agar terkondisi dengan baik,” katanya. Dengan penambahan ka­wasan industri tersebut, Su­ryanto tak memungkiri jika dihitung soal kebangkitan ekonomi, sektor industri merupakan solusi paling ce­pat. Sebab, ketika ada industri, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB, red) sangat tinggi. ”Tapi, kita juga nggak mau gegabah karena khawa­tir kalau semua dibuka, kon­disi alam di Kabupaten Bogor akan rusak. Jadi, kita sangat selektif membuka kawasan industri,” paparnya. Jika zona industri di Kabu­paten Bogor akan dikembang­kan, Suryanto berharap ke depan Pemkab Bogor bisa selektif memilih investor yang akan berinvestasi. “Kita harus sangat selektif jika membuka kawasan industri. Kalaupun ada, kita ingin industri yang high teknologi bukan yang polutif,” pungkasnya. (mam/eka/py)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

5 Calon Kades Siap Tarung Pilkades Cipinang Rumpin

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:15 WIB

Rotasi Mutasi Pejabat Pemkot Bogor Masih Molor

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:19 WIB
X