Kamis, 23 Maret 2023

Gegara Bakar Sampah, 90 Ton Rongsokan Ludes

- Jumat, 20 Januari 2023 | 13:01 WIB
HANGUS: Petugas Damkar Kabupaten Bogor memadamkan api yang membakar lapak penggilingan berbahan plastik di Kampung Parungdengdek, RT 03/10, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.  ((FOTO: SAEPUDIN/METROPOLITAN))
HANGUS: Petugas Damkar Kabupaten Bogor memadamkan api yang membakar lapak penggilingan berbahan plastik di Kampung Parungdengdek, RT 03/10, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. ((FOTO: SAEPUDIN/METROPOLITAN))

METROPOLITAN - Gara-gara bakar sampah, lapak penggilingan berbahan plas­tik, ludes dilahap si jago me­rah di Kampung Parungdeng­dek, RT 03/10, Desa Wana­herang, Kecamatan Gunung­putri, Kabupaten Bogor.

Diduga, kebakaran lapak penggilingan plastik ini ber­sumber dari pekerja yang awalnya membakar sampah di belakang lapak.

Tanpa di­sengaja merambat ke tum­pukan rongsokan yang me­mang mudah terbakar.

Lapak yang berisi sekitar 90 ton rongsokan itu pun ludes se­ketika disebabkan api yang terus membesar.

Menurut Likun, pengelola lapak, kebakaran berawal dari pembakaran sampah yang numpuk di belakang lapak penggilingan plastik. Sampah hasil sortiran yang tidak lagi terpakai lalu diba­kar pekerja.

”Awalnya itu, pekerja disuruh bakar sampah di belakang lapak.

Tapi lama-lama api semakin membesar.

Saking panasnya, api sempat mer­ambat.

Awalnya sudah sem­pat padam.

Tapi api kem­bali membesar dan memba­kar plastik rongsokan sekitar 90 ton,” beber Likun kepada wartawan.

Sementara itu, Danru Regu 3 Sektor Cileungsi, Hamdani, menyampaikan bahwa sedi­kitnya delapan unit mobil Pemadam Kebakaran (Dam­kar) Kabupaten Bogor dari beberapa sektor diterjunkan untuk menjinakkan api yang semakin membesar.

”Kita menerjunkan sekitar delapan unit mobil damkar dari beberapa sektor, di an­taranya Sektor Cileungsi, Cibinong, Citeureup, dan Ciomas untuk memadamkan api yang semakin membesar dan merambat ke sejumlah barang yang berbahan plas­tik sekitar 90 ton itu,” papar­nya.

Ia menjelaskan bahwa ma­lam harinya api sempat mem­besar, tetapi dapat dipadam­kan petugas.

Namun jelang pagi, api kembali membesar. Dengan akses jalan yang sem­pit dan air yang jauh, men­jadi hambatan bagi petugas untuk memadamkan api.

Halaman:

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Pemdes dan Pemuda Desak Penataan Pasar Citeureup

Rabu, 1 Februari 2023 | 13:00 WIB

Gegara Bakar Sampah, 90 Ton Rongsokan Ludes

Jumat, 20 Januari 2023 | 13:01 WIB

Jembatan Cicadas Ambruk, Warga Harus Memutar Sejauh 3 Km

Jumat, 23 September 2022 | 13:01 WIB

Bawa Sajam, 17 Remaja Citeureup Terlibat Tawuran

Senin, 11 Juli 2022 | 12:01 WIB

Hujan-Angin, Waspada Pohon Tumbang

Selasa, 12 April 2022 | 13:01 WIB

Saling Serang di Kampung Jagal

Selasa, 29 Maret 2022 | 12:01 WIB
X