Rabu, 8 Februari 2023

5 Tahun Ambruk, Bangunan SDN Muarasari 2 Telantar

- Selasa, 26 Januari 2016 | 09:02 WIB

METROPOLITAN.ID | BOGOR – Waduh! Kok Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor tampaknya cuek bebek dengan sekolah yang ada di pinggiran Kecamatan Bogor Selatan. Sebab, ada bangunan sekolah ambruk lima tahun lalu tapi sampai saat ini belum juga dibangun. Bahkan, sarana penunjang lainnya seperti meja dan bangku belajar kurang diperhatikan sehingga mengganggu kenyamanan para siswa saat mengikuti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).”Kalau Disdik tidak cuek, kenapa bangunan yang ambruk lima tahun lalu tidak juga diperbaiki. Apa karena sekolah ini berada di pinggiran Kota Bogor sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak memperhatikannya. Padahal, jumlah peserta didik di sekolah ini mencapai 320 orang,” kata warga setempat, H Abdullah (51) kepada Metropolitan, kemarin. Jadi, para orang tua murid dan komite sekolah di SDN Muarasari, berharap agar Disdik Kota Bogor secepatnya membangun sekolah yang ambruk itu. Sebab, jumlah rombongan belajar (rombel) sudah tidak sesuai dengan ruang kelas yang ada. Bukan itu saja, meja dan bangku belajar juga sudah tidak layak lagi dipergunakan sehingga proses KBM tidak nyaman. ”Kami sangat berharap agar kepala SDN Muarasari 2 yang baru ini dapat memperjuangkan bangunan yang roboh itu ke Disdik Kota Bogor untuk dibangun kembali,” timpal orang tua murid Kelas III, Ny Dian (30) kepada Metropolitan, saat menunggu anaknya pulang. Menurutnya, sejak bangunan sekolah tersebut roboh, para siswa SDN Muarasari 2 belajar secara bergantian. Kemungkinan hal ini dilakukan pengelola pendidikan agar KBM tidak terganggu. ”Kami berharap, tahun ini bidang sarana prasarana (sarpras) Disdik dapat merealisasikan pembangunannya,” pintanya. Para orang tua murid juga menjelaskan, kondisi sejumlah bangunan yang ada sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, tidak menututup kemungkinan sebagian bangunan sekolah akan ambruk. Sebab, kayu-kayu penyangga atap sudah pada lapuk bahkan sudah ada yang patah. ”Jika tidak secepatnya diantisipasi, bangunan tersebut akan ambruk. Jadi, kami khawatir dengan anak-anak kami. Bagaimana jika bangunan itu ambruk dan menimpa anak-anak kami, siapa yang mau bertanggung jawab,” tandasnya. Sementara itu, Kepala SDN Muarasari 2 Adang Sudirman, mengaku tidak tahu-menahu kenapa bangunan yang roboh itu belum juga diperbaiki. Sebab, ia baru hari ini bertugas sebagai kepala SDN Muarasari 2. ”Memang kalau kita lihat, kondisi sarpras di sekolah ini sangat memprihatinkan. Jadi, saya akan berusaha supaya bangunan dan meja serta kursi belajar peserta didik mendapat perhatian dari Disdik,” imbuhnya. Sayangnya, Kepala Seksi (Kasi) Sarpras Pendidikan Dasar Irfah, pagi kemarin, tidak ada di ruang kerjanya. (do/tur/ar/ram/run)

Editor: admin metro

Terkini

Taman Plaza Inovasi IPB Perkuat Program Green Campus

Kamis, 2 Februari 2023 | 19:00 WIB

214 SMP di Kabupaten Bogor Sudah Terapkan IKM

Jumat, 13 Januari 2023 | 19:01 WIB

Tunjangan Guru Daerah Khusus segera Cair

Senin, 9 Januari 2023 | 19:01 WIB

Disdik Bogor Larang Siswa Bawa Lato-lato ke Sekolah

Jumat, 6 Januari 2023 | 19:01 WIB
X