Senin, 30 Januari 2023

Pemerintah Buka Beasiswa IISMA, Kuliahnya di Puluhan Kampus Luar Negeri Ternama

- Selasa, 18 Mei 2021 | 19:01 WIB

Pemerintah membuka pendaftaran program beasiswa Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA) untuk mahasiswa S1 yang berminat melakukan pertukaran di perguruan tinggi luar negeri. Program IISMA berlangsung satu hingga dua semester dan mahasiswa yang bersangkutan akan mendapatkan kredit sebanyak 20 SKS. DIREKTUR Jenderal Pendi­dikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tek­nologi (Kemendikbud Ristek), Nizam, mengatakan, visi IISMA adalah mengaksele­rasi mahasiswa untuk mem­perkuat dan membawa ma­hasiswa belajar di luar negeri. ”Nanti kuliahnya di kampus-kampus ternama di dunia, sehingga mendapatkan pen­galaman belajar yang luar biasa di luar negeri,” kata Nizam, belum lama ini. Melalui program ini, Nizam berharap para mahasiswa bisa membangun persahaba­tan internasional dengan rekan-rekan dari seluruh du­nia. Hal ini sesuai profil pe­lajar Pancasila yang digagas Kemendikbud Ristek yakni memiliki kebhinekaan global. Nizam juga mendorong per­guruan tinggi dalam negeri bisa saling bekerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. Sebab, setiap maha­siswa yang dikirim ke luar negeri untuk mengikuti pro­gram ini tetap harus dibimbing oleh dosennya dari Indonesia. ”Akan ada komunikasi, ada dialog, ada kolaborasi antara dosen dari perguruan tinggi di Indonesia dengan pergu­ruan tinggi mitra di luar ne­geri,” kata Nizam. Sementara itu, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, mengatakan, pihaknya akan memberikan dukungan ke­pada mahasiswa yang ber­partisipasi dalam program ini. Dukungan yang diberikan akan meliputi semua komponen yang dibutuhkan ketika ma­hasiswa menempuh pendi­dikan di luar negeri. ”Termasuk uang pendaftaran atau tuition fee akan dibay­arkan langsung kepada per­guruan tinggi mitra di luar negeri, kemudian juga kita akan membayarkan biaya perjalanan pulang pergi kelas ekonomi dari kota asal ke ne­gara tempat tujuan belajar, kita akan mendukung biaya hidup bulanan, sesuai keten­tuan LPDP dan kami sudah punya standar biaya untuk seluruh negara di dunia,” kata Dwi Larso. Sebanyak 73 perguruan tinggi dari 31 negara akan berpartisipasi dalam program ini dengan target mahasiswa dari Indonesia sebanyak 1.000. Sebanyak 60 perguruan ting­gi dari jumlah tersebut sudah mengirimkan syarat protokol kesehatan yang harus dipenuhi mahasiswa selama berkuliah. ”Proposal dan protokol kese­hatan yang harus ditempuh oleh mahasiswa dan ada ber­bagai syarat-syarat tertentu. Tapi intinya, 60 perguruan tinggi ini akan siap menerima mahasiswa belajar ke sana,” kata Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Aris Junaidi. (rep/els/py)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

214 SMP di Kabupaten Bogor Sudah Terapkan IKM

Jumat, 13 Januari 2023 | 19:01 WIB

Tunjangan Guru Daerah Khusus segera Cair

Senin, 9 Januari 2023 | 19:01 WIB

Disdik Bogor Larang Siswa Bawa Lato-lato ke Sekolah

Jumat, 6 Januari 2023 | 19:01 WIB

Tiap Tahun 2.000 Guru Daftar PGP

Rabu, 4 Januari 2023 | 19:01 WIB

SMAN 2 Cibinong Role Model Sekolah di Jawa Barat

Senin, 2 Januari 2023 | 19:01 WIB

Guru Madrasah Aliyah Dapat Bantuan Honor Rp6 Juta

Jumat, 30 Desember 2022 | 19:01 WIB

Mahasiswa Tetap Senang Kuliah Online

Kamis, 29 Desember 2022 | 19:01 WIB

P2G: Buka Rekrutmen Guru ASN

Selasa, 27 Desember 2022 | 19:01 WIB

Kuota SNPMB 2023 Diumumkan Dua Hari Lagi

Senin, 26 Desember 2022 | 19:01 WIB
X