Sabtu, 28 Januari 2023

Pengajuan Kuota Guru PPPK 2022 Naik 143 Persen

- Senin, 10 Oktober 2022 | 19:01 WIB
ILUSTRASI Guru tengah mengajar. (IST)
ILUSTRASI Guru tengah mengajar. (IST)

METROPOLITAN - Kemen­terian Pendidikan, Kebu­dayaan, Riset dan Tekno­logi (Kemendikbudristek) mengajukan formasi guru PPPK 2022 sebanyak lebih dari 319.000 kuota. Jumlah tersebut meningkat dari pengajuan sebelumnya yang hanya 131.000. “Ada peningkatan 143 per­sen dan ini berkat dukungan dari berbagai pihak, terma­suk pemda-pemda di Indo­nesia,” terang Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependi­dikan (Plt Dirjen GTK), Nu­nuk Suryani, belum lama ini. Nunuk menjelaskan, dari linimasa yang sudah disusun Kemendikbudristek pada Oktober hingga November 2022 ini akan dilakukan penuntasan terkait penem­patan guru PPPK yang lulus passing grade (nilai ambang batas) pada 2021. Ia menyampaikan, selama 2021 pemerintah berhasil meluluskan 293.860 guru sesuai formasi. ”Tapi kita masih punya pekerjaan ru­mah. Sebanyak 193.954 guru lulus tapi belum menda­patkan formasi. Ini peker­jaan rumah kita bersama dan akan diselesaikan tahun ini dan tahun depan,” kata Nu­nuk. Nunuk menyebutkan, se­banyak 97 persen guru PPPK lulusan 2021 sudah menda­patkan Nomor Induk Pega­wai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (NI PPPK). Ia mengimbau seluruh dae­rah menyelesaikan proses penerbitan NI yang dilanjut­kan proses penggajian. “Berita yang kita terima, masih banyak guru-guru yang mengeluh belum mendapat­kan gajinya. Saya sudah mengeluarkan surat edaran dan mohon ini segera dit­indaklanjuti,” lanjut Nunuk. Dalam pemaparannya, Nu­nuk juga menjabarkan peta kebutuhan guru (termasuk guru agama) 2022/2023. Nu­nuk menjelaskan, saat ini Indonesia membutuhkan 2,4 juta guru, namun kebutuhan itu sudah bisa dipenuhi dengan tersedianya guru ASN. “Kita punya guru ASN se­kitar 1,3 juta. Namun hanya 1,2 juta guru ASN yang me­menuhi beban kerja. Ada kelebihan guru yang menum­puk di satuan-satuan pen­didikan tertentu. Inilah nanti yang akan kita lakukan redistribusi,” terang Nunuk. Ia juga menjelaskan, ter­jadi penumpukan guru non-ASN pada satuan pendidikan tertentu. Dari 724.000-an guru non-ASN, hanya 490.000 guru yang memenuhi beban kerja. “Dari data kita, meski ada guru yang berlebih, ada kekosongan guru, karena banyak yang harus diredist­ribusi. Kekosongan itu ber­jumlah 679 ribu lebih,” terang Nunuk. Bersamaan dengan ini juga telah dipersiapkan pe­rangkat yang dibutuhkan untuk seleksi penilaian kese­suaian atau observasi yang akan dilaksanakan bersam­aan dengan penuntasan guru lulus passing grade. “Jika masih tersedia forma­si, pada Desember disele­saikan dengan seleksi tes,” ungkap Nunuk. Sapa GTK yang memasuki Episode 8 tersebut mengus­ung tema “Wujudkan Guru Berkualitas Melalui Seleksi ASN PPPK”. Tema tersebut dipilih dalam mempering­ati Hari Guru Sedunia yang diperingati setiap 5 Oktober. Dalam webinar Sapa GTK 8 ini dibahas kebijakan dan mekanisme Seleksi Guru ASN PPPK 2022, dukungan pe­merintah daerah terhadap pelaksanaan Seleksi Guru ASN PPPK 2022 serta inspi­rasi dari guru yang telah lulus Seleksi Guru PPPK 2021. (*/els/py)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

214 SMP di Kabupaten Bogor Sudah Terapkan IKM

Jumat, 13 Januari 2023 | 19:01 WIB

Tunjangan Guru Daerah Khusus segera Cair

Senin, 9 Januari 2023 | 19:01 WIB

Disdik Bogor Larang Siswa Bawa Lato-lato ke Sekolah

Jumat, 6 Januari 2023 | 19:01 WIB

Tiap Tahun 2.000 Guru Daftar PGP

Rabu, 4 Januari 2023 | 19:01 WIB

SMAN 2 Cibinong Role Model Sekolah di Jawa Barat

Senin, 2 Januari 2023 | 19:01 WIB

Guru Madrasah Aliyah Dapat Bantuan Honor Rp6 Juta

Jumat, 30 Desember 2022 | 19:01 WIB

Mahasiswa Tetap Senang Kuliah Online

Kamis, 29 Desember 2022 | 19:01 WIB

P2G: Buka Rekrutmen Guru ASN

Selasa, 27 Desember 2022 | 19:01 WIB

Kuota SNPMB 2023 Diumumkan Dua Hari Lagi

Senin, 26 Desember 2022 | 19:01 WIB
X