Jumat, 3 Februari 2023

Laporkan Aksi Perundungan lewat Aplikasi SiGESIT JUARA

- Selasa, 29 November 2022 | 19:01 WIB
KOMPAK: Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Kadisdik Jabar Dedi Supandi pada puncak peringatan Hari Guru Nasional ke-77, belum lama ini.
KOMPAK: Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Kadisdik Jabar Dedi Supandi pada puncak peringatan Hari Guru Nasional ke-77, belum lama ini.

METROPOLITAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Ba­rat (Jabar) meluncurkan ap­likasi SIGESIT JUARA pada puncak peringatan Hari Guru Nasional ke-77 di Plaza Me­karsari Kompleks Perkantoran Kabupaten Bandung Barat, belum lama ini. SIGESIT JUARA merupakan aplikasi pengaduan perun­dungan bagi para siswa untuk menindak perundungan yang diterima siswa, baik di seko­lah maupun di luar lingkungan sekolah. Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi, menjelaskan, apli­kasi ini bertujuan untuk mengadukan tindak perun­dungan dengan mengutama­kan privasi korban. ”Karena banyak kasus bullying tapi enggan menjadi pelapor, melalui aplikasi ini privasi pelapor akan terlindungi ke­tika mengadukan perundun­gan ke pihak sekolah,” tutur­nya. Setelah melakukan penga­duan, lanjut kadisdik, laporan tersebut akan diverifikasi pi­hak sekolah lalu ditindakla­njuti. Pengawasan juga dite­rapkan berjenjang, mulai dari pengawas sekolah, kan­tor cabang dinas hingga Dis­dik Jabar. ”Selain itu, Disdik Jabar juga akan selalu mengawasi melalui sistem. Pelapor tak hanya yang menjadi korban, tapi juga bisa kerabat atau pengurus OSIS yang melihat kejadian itu,” ujarnya. Sementara itu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mene­gaskan bahwa tak boleh ada perundungan dan pelecehan seksual terhadap anak didik. ”Bagi yang mengalami peris­tiwa atau melihat (perundun­gan, red) bisa melaporkan via aplikasi di HP. Langsung dit­indak, tidak akan menunggu viral dulu,” tegasnya. Menurutnya, ini adalah ko­mitmen Jabar untuk melin­dungi anak bangsa. Ia pun mendorong peran guru seba­gai orang tua bagi siswa ke­tika di sekolah. ”Jadi, guru kalau di sekolah jangan hanya mengajar kurikulum, tapi juga cintai anak didik seper­ti anak sendiri,” imbaunya. Sementara itu, banyaknya kasus perundungan menjadi perhatian Dinas Pember­dayaan Perempuan dan Per­lindungan Anak (DP3A) Kota Bogor. Kepala DP3A Kota Bogor, Iceu Pujiati, menilai, perilaku bully disebabkan banyak faktor. Namun keba­nyakan diawali dengan ke­biasaan saling ejek pada anak. Di usia sekolah, kebiasaan buruk tersebut memang sering dilakukan para pelajar. Iceu mengakui guru punya peran penting dalam mence­gah kasus perundungan. Guru seharusnya menjadi tempat nyaman untuk anak apabila mengalami tindak perundungan. “Guru tidak boleh meman­dang kasus bully sebagai can­daan anak-anak. Karena bully akan memberikan dam­pak psikis pada korbannya. Kasus bully harus diselesaikan dengan cara yang baik,” tu­turnya. Iceu mengatakan, pihaknya terus berupaya mencegah kasus bullying. DP3A akan mendatangi sekolah-sekolah di Kota Bogor untuk menge­dukasi pengawas dan tenaga pengajar mengenai perlin­dungan dan pemenuhan hak anak. Bahkan, DP3A membuka pelayanan bagi siswa, guru ataupun keluarga yang meli­hat atau merasakan tindakan bully. Iceu pun menekankan, pihaknya akan terus melaku­kan edukasi bahwa tindak kekerasan harus dilaporkan. “Kekerasan harus dilaporkan, karena dampaknya sangat luar biasa pada mental anak. Bully termasuk dalam keke­rasan dan jarang tersampaikan pada kami,” tutupnya. (rb/els/py)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Taman Plaza Inovasi IPB Perkuat Program Green Campus

Kamis, 2 Februari 2023 | 19:00 WIB

214 SMP di Kabupaten Bogor Sudah Terapkan IKM

Jumat, 13 Januari 2023 | 19:01 WIB

Tunjangan Guru Daerah Khusus segera Cair

Senin, 9 Januari 2023 | 19:01 WIB

Disdik Bogor Larang Siswa Bawa Lato-lato ke Sekolah

Jumat, 6 Januari 2023 | 19:01 WIB

Tiap Tahun 2.000 Guru Daftar PGP

Rabu, 4 Januari 2023 | 19:01 WIB

SMAN 2 Cibinong Role Model Sekolah di Jawa Barat

Senin, 2 Januari 2023 | 19:01 WIB

Guru Madrasah Aliyah Dapat Bantuan Honor Rp6 Juta

Jumat, 30 Desember 2022 | 19:01 WIB
X