Minggu, 29 Januari 2023

Program Bangkit Butuh 12 Ribu Mahasiswa

- Rabu, 30 November 2022 | 19:01 WIB
JELASKAN: Dirjen Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, dalam Sosialisasi Program Bangkit pada Perguruan Tinggi Vokasi.
JELASKAN: Dirjen Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati, dalam Sosialisasi Program Bangkit pada Perguruan Tinggi Vokasi.

METROPOLITAN - Kemen­terian Pendidikan, Kebuday­aan, Riset dan Teknologi (Ke­mendikbudristek) terus meng­gulirkan Program Bangkit. Pada 2023, kementerian akan menyediakan kuota hingga 12 ribu kepada mahasiswa untuk mengikuti program pengembangan talenta digi­tal ini. ”Tahun depan Program Bangkit kuotanya 12 ribu,” kata Dirjen Pendidikan Vo­kasi, Kiki Yuliati, dalam So­sialisasi Program Bangkit pada Perguruan Tinggi Vo­kasi secara daring, kemarin. Kiki menyebut besaran kuota itu melonjak tajam dari kuota angkatan sebelum­nya. Pada angkatan ketiga kuota yang tersedia hanya sekitar 3 ribu mahasiswa. ”Jadi, mestinya juga untuk 2023 akan semakin banyak yang mendaftar,” tutur Kiki. Kiki menjelaskan, pihaknya yang menggandeng Google sebagai penyelenggara juga membuka kesempatan bagi mahasiswa D3 untuk mendaf­tar. Sebelumnya, program ini hanya untuk mahasiswa S1 dan D4. ”Pada 2023 ini dibuka juga untuk D3. D4 tidak dikurangi dan D3 itu tambahan. Ini saat­nya kita lompat ke level dunia,” tegas Kiki. Sementara itu, Bangkit mer­upakan program pelatihan untuk melahirkan talenta digital yang siap berkarier di perusahaan teknologi Indo­nesia kelas dunia maupun startup. Program ini membe­rikan pelatihan untuk tiga keterampilan, yakni machine learning, mobile programming atau mobile development android dan cloud computing. “Bangkit ini mencari maha­siswa Indonesia yang siap kami latih sepanjang semes­ter genap di tahun depan untuk memiliki keterampilan yang dicari industri,” kata Pe­ople Relations Bangkit Audrey Diwantri Alodia. Audrey mengungkapkan, peserta Bangkit memiliki ke­sempatan mengikuti sertifi­kasi dari Google secara gratis. Adapun mehasiswa yang berminat di alur belajar mach­ine learning bisa ikut Tensor­flow Certificate. ”Kemudian untuk yang ter­tarik belajar Android atau mobile programming itu bisa ikut sertifikasi Android, dan yang tertarik untuk belajar cloud computing itu bisa ikut sertifikasi Google Cloud,” je­las Audrey. Dalam program ini, peserta bukan hanya akan dibekali ilmu terkait teknologi, tapi juga dilatih soft skills, bahasa Inggris, juga ditumbuhkan jiwa kewirausahaannya. Se­hingga diharapkan yang dip­elajari di Bangkit dapat mem­bawa peserta bermanfaat bagi masyarakat. Sementara itu, Program Of­ficer Bangkit, Ilmi Barokah, mengatakan, materi pada program ini dirancang untuk dapat diaplikasikan langsung di industri. Sejumlah pakar dari industri akan terlibat se­bagai mentor. Peserta juga berkesempatan mengikuti Career Fair yang diselenggarakan Bangkit ber­sama sejumlah perusahaan mitra. “Apa yang sudah teman-teman pelajari di Bangkit itu bisa teman-temang langsung praktikan,” kata Ilmi. Bangkit juga memberikan pendanaan sebesar Rp140 juta untuk 15 tim terbaik di Capstone Project. Pada pro­gram Bangkit sebelumnya, dua tim Unpad berhasil mendapat dana inkubasi, yaitu tim TeDi dan Lukaku. Direktur Pendidikan dan Internasionalisasi Mohamad Fahmi menilai program ini akan memberi banyak man­faat bagi mahasiswa. “Bangkit ini adalah salah satu program MBKM yang menurut saya pelopor,” ujar Fahmi. Fahmi mengatakan program Bangkit memiliki sejumlah unsur yang dibutuhkan ma­hasiswa. Salah satunya, pro­gram ini memfasilitasi maha­siswa banyak berinteraksi dengan industri. Selain itu, sesuai tagline Unpad “Bermanfaat dan Mendunia”, program ini mendorong mahasiswa me­miliki proyek bermanfaat bagi masyarakat. Program Bangkit juga melibatkan in­stansi internasional yang akan mendorong mahasiswa mend­unia. Fahmi berharap tahun ini lebih banyak mahasiswa Un­pad mendaftar dan terpilih mengikuti program Bangkit. “Mudah-mudahan semakin banyak yang bisa ikut Bangkit, semakin banyak mahasiswa kita atau lulusan kita yang pu­nya manfaat bagi masyarakat banyak dan sekaligus mendu­nia,” kata Fahmi. (*/els/py)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

214 SMP di Kabupaten Bogor Sudah Terapkan IKM

Jumat, 13 Januari 2023 | 19:01 WIB

Tunjangan Guru Daerah Khusus segera Cair

Senin, 9 Januari 2023 | 19:01 WIB

Disdik Bogor Larang Siswa Bawa Lato-lato ke Sekolah

Jumat, 6 Januari 2023 | 19:01 WIB

Tiap Tahun 2.000 Guru Daftar PGP

Rabu, 4 Januari 2023 | 19:01 WIB

SMAN 2 Cibinong Role Model Sekolah di Jawa Barat

Senin, 2 Januari 2023 | 19:01 WIB

Guru Madrasah Aliyah Dapat Bantuan Honor Rp6 Juta

Jumat, 30 Desember 2022 | 19:01 WIB

Mahasiswa Tetap Senang Kuliah Online

Kamis, 29 Desember 2022 | 19:01 WIB

P2G: Buka Rekrutmen Guru ASN

Selasa, 27 Desember 2022 | 19:01 WIB

Kuota SNPMB 2023 Diumumkan Dua Hari Lagi

Senin, 26 Desember 2022 | 19:01 WIB
X