Selasa, 28 Maret 2023

214 SMP di Kabupaten Bogor Sudah Terapkan IKM

- Jumat, 13 Januari 2023 | 19:01 WIB
KURIKULUM BARU: Ilustrasi siswa SMP. Hingga saat ini baru ada 214 SMP di Kabupaten Bogor yang menerapkan IKM. (ALFIAN RIZAL/JAWAPOS)
KURIKULUM BARU: Ilustrasi siswa SMP. Hingga saat ini baru ada 214 SMP di Kabupaten Bogor yang menerapkan IKM. (ALFIAN RIZAL/JAWAPOS)

METROPOLITAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupa­ten Bogor mencatat ada 214 SMP yang baru menerapkan Implementasi Kurikulum Mer­deka (IKM).

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kabupaten Bogor, Ucu Sunarya, mengatakan, jumlah itu masih jauh dari total jumlah SMP yakni seba­nyak 736 sekolah.

“Baru 214 SMP yang sudah menerapkan IKM per awal 2023,” ucapnya, kemarin. Sesuai Surat Keputusan Men­teri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pe­mulihan Pembelajaran, tam­bah dia, tidak semua sekolah bisa menerapkan kurikulum IKM.

Kendati demikian, semua sekolah boleh mendaftar un­tuk mengikuti kurikulum ter­sebut. “Tapi terdapat aturan dan langkah tahapan seperti ujian bagi sekolah yang mendaf­tar,” jelas Ucu.

Itu pun tidak semua sekolah dinilai lulus dan bisa mene­rapkan kurikulum IKM.

Selain itu, juga karena di setiap dae­rah memiliki kuota untuk jumlah sekolah yang bisa me­nerapkan kurikulum tersebut.

“Kami di Dinas Pendidikan sudah diberi kuota oleh pe­merintah pusat untuk sekolah mana saja yang bisa menerap­kan kurikulum ini,” terangnya.

Seperti diketahui, pada tahun ajaran 2022/2023 Satuan Pen­didikan diberikan keleluasaan memilih kurikulum merdeka.

Sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka melalui IKM nantinya akan merasakan tiga keunggulan dari kurikulum ini.

Pertama, kurikulum mer­deka fokus pada materi esen­sial sehingga guru tidak ter­buru-buru dalam mengajar, bisa lebih memperhatikan proses belajar murid dan me­nerapkan pembelajaran yang mendalam.

Kedua, kurikulum merdeka memberi jam pela­jaran khusus bagi Peng­embangan Karakter melalui Projek Penguatan Profil Pe­lajar Pancasila.

Ketiga, kurikulum merdeka memberi fleksibilitas bagi se­kolah untuk merancang kuri­kulum operasionalnya sen­diri dan bagi guru untuk me­nyesuaikan pembelajaran dengan tingkat kemampuan muridnya. (rb/els/py)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

X