Rabu, 1 Februari 2023

Prioritaskan Pembangunan di 2021, Ade Yasin Beri PR Tiga Dinas Ini

- Minggu, 6 Juni 2021 | 13:10 WIB
Bupati Bogor, Ade Yasin, mengunjungi Pusat Isolasi Covid-19, di Wisma Cibogo, Cipayung Datar, Megamendung, Bogor. Senin(25/01/2021).
Bupati Bogor, Ade Yasin, mengunjungi Pusat Isolasi Covid-19, di Wisma Cibogo, Cipayung Datar, Megamendung, Bogor. Senin(25/01/2021).

METROPOLITAN.id - Sejumlah agenda pembangunan di Kabupaten Bogor sempat tertunda pada 2020, usai dihamtam badai pandemi covid-19. Refocusing anggaran pun dilakukan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi covid-19. Namun kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai kembali mempriotitaskan program pembangunan di 2021. Sejumlah agenda pembangunan mulai direalisasikan mulai dari penataan wilayah hingga pembangunan di desa-desa. Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan jika pembangunan infrastruktur kini menjadi prioritas pembangunan pada 2021 yang dilakukan di wilayah maupun di desa-desa. Terlebih ia telah meluncurkan program Satu Miliar Satu Desa (Samisade). "Dengan pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Bogor diharapkan masyarakat termotivasi, karena dalam pandemi ini ada yang dibangun dan dilihat oleh masyarakat dan itu akan menimbulkan rasa percaya diri juga," kata Ade Yasin kepada Metropolitan. Dengan memprioritaskan pembangunan, Ade Yasin meminta setiap dinas yang terkait agar bekerja keras mengawal setiap program tersebut agar berjalan lancar. Dimana Dinas Pekerjaam Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) untuk pembangunan dan penataan wilayah, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk mengawal program Samisade yang dijalan di desa-desa. Sementara itu, berdasarkan pengajuan 356 desa yang menerima Samisade, setidaknya ada 544 jenis kegiatan yang nantinya bakal dilakukan menggunakan dana SamiSade. 544 jenis kegiatan tersebut terdiri dari, 49 kegiatan pengaspalan, 44 pembangunan jalan, 378 betonisasi jalan, 28 kegiatan pembangunan jembatan, 30 pembangunan TPT, 8 pembangunan drainase, 2 pembangunan irigasi, 1 pembangunan menara telekomunikasi dan 4 kegiatan pembukaan jalan. Dengan anggaran Rp318,4 Miliar. Sedangkan 60 desa yang belum mendapatkannya akan diusulkan di anggaran perubahan. "Awal pandemi sangat berdampak pada perubahan sebagian besar agenda pembangunan. Kita melakukan refocusing anggaran untuk penanganan kesehatan, jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi daerah. Sekarang kita sudah lalui dan fokus kembali ke agenda pembangunan," paparnya. Meski demikian, Ade Yasin juga sempat dilema pada saat awal pandemi. Ia dihadapkan dengan dua pilihan yakni pemulihan ekonomi atau penanganan kesehatan masyarakat. Namun ia memilih keduanya, karena pemulihan ekonomi dan penanganan kesehatan harus berjalan seirama. "Supaya kondisi perekonomian tidak terpuruk dan masyarakat juga sehat. Sehingga ini harus didorong oleh semua masyarakat dan jangan hanya mengandalkan pemerintah dan tenaga kesehatan. Kita harus sama-sama saling menjaga," ungkapnya. (mam)

Editor: Imam Marco

Tags

Terkini

Megawati Sindir Kadernya Jangan Leha-leha

Selasa, 10 Januari 2023 | 19:43 WIB

Pemkab Bogor Raih Penghargaan Humas Award 2022

Rabu, 19 Oktober 2022 | 14:48 WIB
X