Sabtu, 28 Januari 2023

Kisah Megawati Sandera Anggota Intel

- Kamis, 24 Maret 2016 | 12:03 WIB

METROPOLITAN.ID - Presiden RI Kelima dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekanoputri, ‎ternyata punya pengalaman banyak dengan aparat intelijen. Khususnya saat dia masih memulai karir politik melalui Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di era Orde Baru. "Bagi saya, perasaan saya memang aneh. Kenapa saya anak presiden (Soekarno), tapi sayadiinteli terus loh," kata Megawati saat bicara di acara peluncuran buku tentang dirinya, di Jakarta, Rabu (23/3). Saking seringnya diikuti aparat intelijen, Megawati mengaku dia sangat mudah mengenali ciri-ciri aparat intelijen Indonesia. "Mudah-mudahan yang sekarang tidak begitu," imbuhnya sambil tersenyum. ‎Dia lalu berkisah salah satu pengalaman dengan agen intelijen lokal yang paling diingatnya. Saat itu, Megawati sedang mengikuti acara Kongres Luar Biasa (KLB) PDI di Surabaya, Jawa Timur. Dia lalu mendapat informasi bahwa seberang kamar yang ditempatinya, ada aparat intelijen menginap. "Ini intel, kamarnya di depan kamar saya. Kalau mau keluar kamar, saya ngintip dulu. Oh ternyata diapun begitu," kata Megawati sambil ngakak. "Kalau dia tak kelihatan, baru saya keluar kamar." Saat itu, suasana KLB deadlock dan terjadi chaos. Megawati, dari kamarnya, memperhatikan aparat intelijen itu hilir mudik di balik pintu. "Akhirnya saya buka kamar, saya tarik dia. Saya suruh duduk. Dia bingung. Saya bilang, 'jangan bingung, kamu takut bikin laporan kan?' Dijawab 'iya'. Dia ngaku takut dipecat kalau laporannya tak ada," ujar Megawati bercerita. "Saya bilang, "gampang. Kamu cerita saja ke atasanmu, kamu ditawan Ibu Mega. Tulis begitu. Kalau ditawan kan, wajar kalau kamu tak tahu suasana di luar kan?' Saya gitu. Dia jawab, 'oh iya ya'. Akhirnya dia diam sampai acara selesai di kamar saya," kata Megawati lagi. Megawati lalu akhirnya menjadi tokoh politik nasional dan menjadi pemimpin di PDI Perjuangan. Suatu hari, si anak muda yang pernah menginteli dirinya datang ke kediamannya. "Saya sudah jadi ketua umum. Dia bilang mau menikah. Dia bilang ke saya minta tolong untuk datang. Loh kenapa? Dia bilang, karena pimpinannya menginterogasi dia saat kejadian di Surabaya dulu, dan mengaku ditawan. Atasannya tak percaya. Sehingga untuk membuktikannya, dia disuruh mengundang saya," jelas Megawati. "Akhirnya saya datang ke pernikahannya. Senangnya dia luar biasa. Makanya kalau acara ini masuk televisi, saya harap dia dengarkan. Saya pingin ketemu lagi sama dia," kata Megawati sambil tertawa.(beritasatu.com)

Editor: admin metro

Terkini

PPP Bidik Sebelas Kursi DPRD Jabar

Kamis, 19 Januari 2023 | 12:01 WIB

Koalisi PKB-Gerindra Diramal Bubar

Selasa, 17 Januari 2023 | 12:01 WIB

Ridwan Kamil Gabung Sayap Golkar

Senin, 16 Januari 2023 | 12:01 WIB

Jokowi Ingatkan Semua Pihak Jaga Stabilitas Politik

Jumat, 13 Januari 2023 | 12:01 WIB

Bawaslu: Ada 3.189 Potensi Lokasi Khusus Pemilu

Rabu, 11 Januari 2023 | 12:01 WIB

Pakar: Biaya Politik Mahal Bisa Picu Korupsi

Jumat, 6 Januari 2023 | 12:01 WIB

200 Anggota PPK Dapat Asuransi

Kamis, 5 Januari 2023 | 12:01 WIB

Diloloskan, Partai Ummat Dapat Nomor Urut 24

Senin, 2 Januari 2023 | 12:01 WIB
X