Rabu, 8 Februari 2023

Polda Jabar Waspadai Upal Jelang Pilkada

- Jumat, 17 November 2017 | 09:31 WIB

-

METROPOLITAN - Jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018, Polda Jawa Barat mewaspadai peredaran uang palsu (upal). Upal diindikasikan marak saat Pilkada. Mengantisipasinya, Polda Jabar menggandeng Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia (BI) Jabar untuk meningkatkan sosialisasi dan pencegahan. Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, dalam satu tahun saja, sejak Januari hingga November 2017, kepolisian telah mengamankan 9.700 lembar lebih upal. Upal sebanyak itu sebagian dari pengungkapan tujuh kasus tindak pidana dengan 15 tersangka. Agung melanjutkan, peredaran upal teridentifikasi makin rawan saat Pilkada Serentak 2018 berlangsung. Sebab, masyarakat awam masih mudah diimingi-imingi uang untuk memilih pasangan calon tertentu. Jajaran juga diinstruksikan untuk meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan. Pengungkapan kasus upal bukan hanya menangkap pengedar, tetapi dua tingkat di atasnya, pembuat dan penyandang dana pemalsuan itu. Semua daerah di Jabar rawan peredaran uang palsu, kami tidak boleh underestimate," kata Agung. Sementara itu, Direktur Eksekutif KPW BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, jumlah upal yang beredar saat pilkada sulit diketahui. Namun pada 2014, temuan upal memang cukup besar. Untuk mengantisipasi itu, terutama menghadapi tahun politik 2018-2019, BI telah menambahkan dan menyempurnakan fitur pengaman yang lebih pada uang rupiah emisi 2016, sehingga uang lebih sulit dipalsukan.

"Alhamdulillah, uang rupiah emisi 2016 belum ada yang dipalsukan," pungkas Wiwiek.

(snd/fin)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Bawaslu Tugaskan 500 Panwaslu di Kabupaten Bogor

Rabu, 8 Februari 2023 | 12:00 WIB

Surya Paloh Ngaku di Golkar sejak Usia 16 Tahun

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:22 WIB

PPP Bidik Sebelas Kursi DPRD Jabar

Kamis, 19 Januari 2023 | 12:01 WIB

Koalisi PKB-Gerindra Diramal Bubar

Selasa, 17 Januari 2023 | 12:01 WIB
X