Rabu, 8 Februari 2023

Puskaptis Menangkan Prabowo-Sandi

- Selasa, 9 April 2019 | 09:58 WIB

METROPOLITAN - Survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) soal elektabilitas capres-cawapres, menunjukkan data cenderung berbeda dari beberapa lembaga survei. Puskaptis dalam surveinya menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul dari paslon Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Survei dilakukan pada 26 Maret-2 April 2019 dengan jumlah responden 2.100 orang. Metode yang dilakukan adalah random sampling dengan margin of error +/- 2,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. ”Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan respons publik sebesar 47,59 persen, sedangkan pasangan nomor urut 01 (Jokowi-Ma’ruf ) mendapat suara 45,37 persen, belum menentukan 7,04 persen,” ujar Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid, kemarin.

Dari survei tersebut diketahui alasan responden memilih Prabowo-Sandiaga karena menginginkan perubahan dan presiden baru. Selain itu juga sosok Prabowo-Sandiaga tercitrakan tegas dan berwibawa.

”Menjawab kredibilitas, kita satu independen. Dua, metode yang kita gunakan ini sesuai kaidah ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan dan bisa saya jawab secara ilmiah juga,” tegas Husin.

Atas survei tersebut, Jubir Direktorat Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman, mengklaim elektabilitas capresnya di survei internal justru menang lebih jauh. ”Kalau survei internal kita malah unggul. Beda jauh ya, sekitar 51-an persen. Tapi saya belum baca detail di mana, saya juga belum baca detail,” katanya.

Sedangkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyebut hasil Puskaptis sebagai survei dagelan. ”Survei Puskaptis bahwa Prabowo-Sandiaga berpeluang besar menang pilpres 2019 merupakan survei dagelan yang meramaikan iklim perpolitikan jelang pemilu 17 April mendatang,” ujar Influencer TKN JokowiMa’ruf, Tiurmaida Tampubolon.

Bukan tanpa alasan Tiur menyebut survei Puskaptis hanya dagelan. Ia mengingatkan soal Puskaptis yang bermasalah saat pilpres 2014. ”Mengapa disebut survei dagelan? Sebab, lembaga survei Puskaptis ini juga pernah muncul pada pilpres 2014 lalu. Lucunya, Puskaptis dan tiga lembaga riset lainnya yakni Lembaga Survei Nasional (LSN), Indonesia Research Center (IRC) dan Jaringan Suara Indonesia (JSI), memenangkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa. Padahal lembaga survei lainnya merilis hasil Jokowi-Jusuf Kalla yang menang, dengan selisih angka tidak jauh dari real count KPU,” beber Tiur. (dtk/ els/run)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Bawaslu Tugaskan 500 Panwaslu di Kabupaten Bogor

Rabu, 8 Februari 2023 | 12:00 WIB

Surya Paloh Ngaku di Golkar sejak Usia 16 Tahun

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:22 WIB

PPP Bidik Sebelas Kursi DPRD Jabar

Kamis, 19 Januari 2023 | 12:01 WIB
X