Jumat, 3 Februari 2023

Perayaan Imlek di Bogor Berlangsung Khidmat

- Rabu, 2 Februari 2022 | 16:30 WIB

METROPOLITAN - Peraya­an Tahun Baru Imlek 2022 di Wihara Dhanagun Kota Bogor berlangsung khidmat pada Selasa (1/2). Sejumlah umat dan etnis Tionghoa Kota Bogor silih berganti mendatangi wihara yang berlokasi di Jalan Surya­kencana, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, itu. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, umat yang datang untuk beribadah ke Wihara Dhanagun wajib melakukan scan barcode PeduliLindungi dan sejumlah protokol kese­hatan (prokes). Salah satu umat yang me­langsungkan ibadah di Wi­hara Dhanagun, Dina, menga­ku pada perayaan Imlek Tahun 2022 relatif sepi jika dibanding­kan sebelum pandemi Co­vid-19. Selain itu, umat yang datang juga harus menerapkan prokes saat hendak masuk wihara. “Perayaan Imlek tahun ini mungkin agak berkurang ke­ramaiannya, namun tetap tak mengurangi maknanya. Sila­turahmi tetap berjalan, walau­pun ada keterbatasan karena pandemi,” kata Dina. Menurutnya, suasana pada perayaan Imlek Tahun 2022 serba terbatas meski tradisi silaturahmi dengan keluarga dan kerabat tetap khidmat. Namun, banyak yang tidak kumpul lantaran kondisi kese­hatannya. “Suasana Imlek tahun ini sepi. Biasa ramai dan banyak saudara, sekarang ber­kurang. Ada yang nggak be­rani ketemu juga (silaturahmi, red),” ujarnya. Sementara itu, Pengurus Wihara Dhanagun Kota Bogor, Kusumah yang biasa disapa Ayung, menuturkan bahwa jumlah umat yang melakukan ibadah memang jauh berkurang jumlahnya. Sebab, kegiatan ibadah perayaan Imlek di Wi­hara Dhanagun memang di­gelar terbatas. Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masy­arakat (PPKM), umat bersem­bahyang dibatasi 75 persen. Hanya saja sekeliling bangu­nan yang berusia tiga abad itu dihias dengan ornamen merah. Lilin-lilin yang dipesan umat juga mulai dijajarkan di depan ruang doa dan dinyalakan tepat pada hari Imlek. Setelah melakukan ritual bersih-bersih vihara dan rupang atau patung dewa-dewi, wi­hara tetal melakukan deko­rasi. “Pemasangan ornamen merah, bertanda menyambut datangnya Imlek,” kata Ayung di wihara. Ia mengatakan, selama ma­sa pandemi Covid-19, sejak 2020 pengurus wihara sudah melakukan pembatasan akti­vitas orang bersembahyang di wihara. “Umat akan mulai ramai bersembahyang pada malam tahun baru (31/1) berlangsung hingga pada tahun baru (1/2),” paparnya. Merujuk Surat Keputusan Wali Kota Bogor terkait PPKM Level 2, kapasitas maskimal setiap rumah ibadah yakni 75 persen. Untuk itu, Ayung meminta umat agar tidak datang ber­sembahyang secara berkelom­pok. “Jadi jangan datang ber­samaan, karena kapasitas kita dibatasi. Selain itu, wajib Pe­duliLindungi, menggunakan masker, dan jaga jarak,” papar Ayung. Ia pun mengakui selama be­berapa kali Imlek di masa pandemi, umat cenderung memilih beribadah di rumah ketimbang pergi ke rumah ibadah. Di masa normal sebelum pandemi, umat bersembahy­ang di wihara sekitar seribu orang dan berkurang jauh di masa pandemi hampir se­tengahnya. “Dengan berdoa di rumah, sama sekali tidak mengurangi makna Imlek. Apalagi di ma­sa pandemi, dalam keadaan bencana, lebih baik di rumah,” tandasnya. (rez/eka/run)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Kunker ke Kota Kisarazu, Bima Arya Perkuat Kerja Sama

Senin, 28 November 2022 | 16:01 WIB

Bantu Korban Gempa Cianjur, Antam Turunkan ERG

Kamis, 24 November 2022 | 11:08 WIB
X