METROPOLITAN.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi yang paling disorot dalam merealisasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.
Namun, alih-alih panen apresiasi, lembaga ini justru terjebak dalam pusaran kritik publik yang tajam.
Mulai dari pengadaan alat makan yang dinilai boros hingga temuan ulat pada makanan siswa, BGN kini menghadapi krisis kepercayaan yang serius.
Berikut adalah tujuh kontroversi utama yang menyelimuti Badan Gizi Nasional di sepanjang paruh pertama tahun 2026.
Baca Juga: Kronologi Viralnya Grup Chat Pelecehan Mahasiswa IPB, Korban Diduga Diintimidasi
1. Kaos Kaki Rp6,9 Miliar
Publik dibuat terbelalak saat data sistem pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengungkap anggaran pengadaan kaos kaki sebesar Rp6,9 miliar.
Yang menjadi pemicu kemarahan netizen adalah harga satuannya yang mencapai Rp100.000 per pasang untuk jenis lapangan.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi bahwa pengadaan ini diperuntukkan bagi peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dididik di Universitas Pertahanan (Unhan).
Baca Juga: Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Kalbar, Tim SAR Telusuri Sinyal Darurat
2. Sendok Bebek Rp102 Miliar
Kontroversi berikutnya menyasar alat makan. Dana sebesar Rp102 miliar dialokasikan untuk pengadaan 17 juta unit sendok bebek.
Anggaran fantastis ini dinilai mubazir mengingat fungsi sendok yang sangat dasar.
3. Tablet Samsung Rp17,9 Juta
Isu markup atau penggelembungan harga mencuat pada rencana pengadaan tablet operasional.