berita-hari-ini

7 Kontroversi Badan Gizi Nasional, Anggaran Sendok Bebek Capai Rp102 Miliar

Kamis, 16 April 2026 | 16:05 WIB
Berikut adalah tujuh kontroversi utama yang menyelimuti Badan Gizi Nasional di sepanjang paruh pertama tahun 2026. (Foto tangkapan layar laman bgn.go.id).

Temuan ulat dan belatung pada menu MBG di Solo, Bangkalan, hingga Kudus memicu gelombang suspensi terhadap lebih dari 1.000 dapur MBG.

Kasus ini diperparah dengan pernyataan oknum SPPG yang menyebut ulat 'aman dikonsumsi'.

Selain ulat, keracunan massal yang menimpa 72 siswa di Duren Sawit menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan standar sanitasi dalam rantai pasok makanan BGN.

Baca Juga: Wasekjen Tegaskan Soliditas Kepengurusan Hiswana Migas Cianjur Tetap Kompak

7. Komunikasi Publik yang Defensif

Sosok Nanik Sudaryati Deyang selaku Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik kerap menjadi sasaran kritik akibat gaya komunikasinya yang dinilai kurang sensitif.

Mulai dari menyebut pengkritik sebagai 'buzzer' hingga sikap defensif saat menanggapi kasus keracunan makanan, komunikasi pejabat BGN dianggap kontraproduktif.

Gaya komunikasi ini dinilai tidak mencerminkan lembaga yang seharusnya mengayomi dan mendengarkan masukan para ahli gizi demi perbaikan program.

Baca Juga: Kisah Heroik Petugas Damkar Sukanagara Evakuasi HP Pelajar Tercebur ke Sungai

Evaluasi dari DPR dan monitoring ketat dari Presiden Prabowo Subianto menjadi harga mati agar BGN kembali ke jalur utamanya, menyehatkan bangsa, bukan menggemukkan pos anggaran non-esensial.***

Halaman:

Tags

Terkini