Sabtu, 28 Januari 2023

Boling di Sukaraja, Plt Bupati Ajak Desa Antisipasi Krisis Pangan

- Kamis, 28 Juli 2022 | 18:20 WIB

METROPOLITAN.id - Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengajak pemerintah desa untuk memaksimalkan program pangan">ketahanan pangan. Langkah ini penting dilakukan untuk mengantisipasi krisis pangan dsn ancaman resesi global. Hal tersebut disampaikan Iwan saat kegiatan Boling Saba Desa di wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu (19/10). Selain meninjau jembatan rawayan dan berdialog dengan kepala desa, Iwan juga mengikuti panen berbagai komoditas hasil pertanian yang masuk dalam program pangan">ketahanan pangan. Di Desa Cikeas, Iwan beserta jajaran ikut panen talas. Sementara di Desa Cibanon, ia ikut memanen jagung. Kegiatan dilanjut di Desa Sukatani dengan memanen padi zink, menanam cabai dan menebar bibit ikan nila. Iwan menjelaskan, program pangan">ketahanan pangan menjadi salah satu program prioritas dari pemerintah pusat. Bahkan, tiap desa diwajibkan menganggarkan 20 persen Dana Desa (DD) untuk program teraebut "Saya juga arahkan para kades potensi apa yang bisa dimaksimalkan, baik itu pertanian atau peternakan atau pangan">ketahanan pangan yang lain," kata Iwan. Menurutnya masalah krisis pangan sudah menjadi isu global yang harus diantisipasi. Dengan memaksimalkan program pangan">ketahanan pangan, ia berharap ancaman krisis pangan dan resesi global bisa teratasi. Tak hanya itu, ia juga meminta SKPD terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) dan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) terus berinovasi. Tujuannya, agar cita-cita kemandirian pangan benar-benar terwujud dan dirasakan masyarakat. "Tentu ini nantinya kita support juga dengan dukungan anggaran. Yang penting ada inovasi program dan bisa dirasakan masyarakat," harapnya. Di tempat yang sama, Camat Sukaraja Ria Marlisa mengaku wilayahnya memiliki sejumlah komoditi unggulan seperti padi zink, talas, ubi ungu, jagung, singkong, hingga jenis palawija. Pertaniannya sendiri dikelola kelompok tani (poktan) yang dibentuk para kepala desa (kades) dan dimaksimalkan dengan dukungan anggaran dari Dana Desa. "Hari ini kita berbicara kerawanan pangan di tahun 2023. Kita sudah belajar dan mempersiapkan dari sekarang, sudah mempersiapkan lahan di lingkungan masing-masing supaya masyarakat bisa bertahan untuk makan dengan hasil bumi sendiri," tandasnya. (fin)

Editor: Arifin

Tags

Terkini

X