METROPOLITAN.ID - Perusahaan teknologi raksasa Meta Platforms, dikabarkan akan memulai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), secara global pada 20 Mei 2026.
Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber internal, perusahaan induk Facebook dan Instagram itu diperkirakan akan memangkas sekitar 10 persen, dari total tenaga kerjanya atau hampir 8.000 karyawan di seluruh dunia.
Jumlah tersebut diambil dari total sekitar 79.000 pekerja Meta per 31 Desember 2025.
Baca Juga: 5 Tempat Makan Afrika di Jakarta yang Wajib Dicoba, Rasanya Unik Bikin Penasaran!
Kebijakan ini menjadi langkah awal dari strategi efisiensi yang tengah dijalankan perusahaan di tengah percepatan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI).
CEO Meta, Mark Zuckerberg, diketahui tengah menggelontorkan investasi besar untuk memperkuat pengembangan AI.
Ia berupaya merombak sistem kerja internal perusahaan agar lebih ramping dan efisien, termasuk dengan mengurangi lapisan manajemen serta meningkatkan otomatisasi berbagai tugas.
Baca Juga: Link Nonton PSM Makassar vs Borneo FC Malam Ini, Tidak Tayang di TV!
Langkah tersebut bahkan disebut akan berlanjut. Setelah gelombang pertama pada Mei, Meta dikabarkan telah menyiapkan PHK tambahan pada paruh kedua tahun ini.
Secara keseluruhan, jumlah karyawan yang terdampak berpotensi mencapai hingga 20 persen dari total tenaga kerja global perusahaan.
Transformasi ini juga diiringi dengan restrukturisasi internal besar-besaran.
Baca Juga: Belanja Oleh-oleh Haji Tanpa Ribet, Ini Cara Akses Aplikasi Haji & Umrah Store
Meta dilaporkan telah mengatur ulang tim di divisi Reality Labs, dan memindahkan sejumlah teknisi ke grup Applied AI yang baru dibentuk.
Tim ini difokuskan untuk mengembangkan agen AI mandiri yang mampu menulis kode perangkat lunak serta menjalankan tugas kompleks secara otomatis. Kebijakan efisiensi ini bukan yang pertama bagi Meta.