Beberapa karakteristiknya:
- Pergerakan didorong sentimen, bukan hanya fundamental
- Lonjakan sering terjadi tanpa sinyal jelas
- Koreksi bisa datang tiba-tiba
- Narasi market cepat berubah
Bahkan trader berpengalaman pun sering gagal menangkap titik terendah atau tertinggi secara konsisten.
DCA hadir sebagai solusi terhadap keterbatasan ini. Alih-alih mencoba mengalahkan market, strategi ini justru “berjalan bersama” market.
Baca Juga: Dindin Abdullah Ghozali Hadiri Pelantikan Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Bogor
Cara Menerapkan DCA dengan Benar untuk Pemula
Agar lebih mudah dipahami, berikut cara kerja sederhana DCA:
1. Tentukan Jumlah Investasi Tetap
Mulailah dengan menentukan nominal yang akan diinvestasikan secara rutin, misalnya Rp1 juta per bulan.
Nominal ini sebaiknya disesuaikan dengan kondisi finansial agar bisa dijalankan secara konsisten.
2. Tentukan Jadwal Pembelian
Pilih interval waktu yang jelas, seperti mingguan atau bulanan. Jadwal ini penting untuk menjaga disiplin dan menghindari keputusan impulsif.