bogor-raya

Presiden Prabowo Sambangi SDN Cimahpar 5 Bogor di Momen Hardiknas 2025, Sebut Pemerintah Gelontorkan Rp16 Triliun untuk Perbaiki 11 Ribu Sekolah Rusak

Jumat, 2 Mei 2025 | 18:48 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat mendatangi SDN Cimahpar 5 Bogor di tengah momen Hardiknas 2025.

METROPOLITAN.ID - Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah akan memperbaiki sebanyak 11 ribu sekolah rusak yang ada di Indonesia pada tahun 2025 ini.

Hal ini diungkapkan Presiden Prabowo saat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dengan menyambangi SDN Cimahpar 5 yang berlokasi di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor pada Jumat, 2 Mei 2025.

Dalam sambutannya, Presiden menyoroti serius persoalan ketimpangan distribusi anggaran pendidikan. Meski pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan terbesar sepanjang sejarah, kondisinya banyak sekolah di Indonesia masih memprihatinkan.

“Kita masih melihat dan kita tahu begitu banyak sekolah-sekolah yang rusak. Padahal anggarannya ada. Bagaimana bisa satu sekolah toiletnya hanya satu?” heran Presiden Prabowo.

Menurutnya, alokasi anggaran pendidikan dalam APBN tahun ini telah mencapai lebih dari 22 persen, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Namun, masalah utama bukan pada jumlah anggaran, melainkan efektivitas dan akurasi distribusinya.

Di mana, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa sekitar Rp16 triliun telah disiapkan untuk program perbaikan sekolah. Namun, jumlah tersebut hanya cukup untuk merenovasi sekitar 11 ribu sekolah dari total sekitar 330 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

“Kalau begini, kita butuh 30 tahun untuk menyelesaikan semuanya. Tapi kita tidak boleh menyerah,” ucap dia.

Presiden Prabowo pun menekankan pentingnya peran pemerintah daerah, mulai dari bupati, wali kota, hingga gubernur, dalam memastikan dana pendidikan benar-benar sampai ke sasaran.

“Saya menetapkan anggaran, tapi pelaksanaan dan pengawasan juga tanggung jawab daerah,” imbuh dia.

Presiden juga menyinggung masalah kebocoran anggaran yang menyebabkan bantuan pendidikan tidak tepat sasaran. Ia menyerukan agar para pejabat dan birokrat menunjukkan integritas serta tidak menyalahgunakan anggaran rakyat.

“Anggaran untuk rakyat jangan diselewengkan, jangan dikorupsi dengan segala akal,” ingat Presiden Prabowo.

Untuk mempercepat solusi, pemerintah tengah menyusun skema penghematan dan efisiensi agar lebih banyak sekolah bisa diperbaiki dalam waktu lebih singkat. Presiden juga menyatakan sedang mencari terobosan untuk mengelola kekayaan negara secara lebih tepat dan berpihak kepada rakyat.

“Pendidikan adalah fondasi kemajuan bangsa. Kita harus pastikan setiap rupiah sampai ke anak-anak kita, ke ruang kelas yang layak, ke guru yang berdedikasi,” tandas Presiden Prabowo. (rez)

Tags

Terkini

Upaya Bank Kota Bogor Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 16 April 2026 | 13:57 WIB