METROPOLITAN.ID - Kekalahan Manchester United saat menjamu Leeds United pada Selasa (14/04/26) menjadi pukulan telak bagi peluang Michael Carrick untuk diangkat sebagai pelatih kepala secara permanen.
Carrick yang ditunjuk sebagai pelatih interim sejak Januari 2026 menggantikan Ruben Amorim, sempat menunjukkan performa menjanjikan di awal masa kepemimpinannya. Ia mencatatkan enam kemenangan dan satu hasil imbang dalam tujuh laga pertama.
Namun, performa Setan Merah mulai menurun dalam beberapa pekan terakhir. Dalam empat pertandingan terakhir Premier League, Manchester United hanya mampu meraih empat poin dari total 12 poin yang tersedia. Tren negatif tersebut ditutup dengan kekalahan 1-2 di Old Trafford.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata Unik di Solo untuk Liburan Akhir Pekan, Nyaman dan Ramah di Kantong
Kondisi ini membuat posisi MU di papan atas klasemen semakin terancam.
Setelah sempat menempati peringkat ketiga, kini mereka harus menghadapi tekanan dari tim pesaing seperti Aston Villa dan Liverpool.
Aston Villa memiliki jumlah poin yang sama dengan MU di posisi keempat, sementara Liverpool hanya terpaut tiga poin di bawahnya.
Baca Juga: Pecah! Dilan ITB 1997 Hadirkan Konser di Bandung, Jason Ranti Ikut Meriahkan
Pertandingan melawan Liverpool pada 3 Mei mendatang diperkirakan menjadi laga krusial dalam perebutan tiket Liga Champions.
Sebelum itu, Manchester United dijadwalkan menghadapi Chelsea pada Minggu (19/04/26), yang juga berpotensi memengaruhi posisi klasemen.
Kekalahan dari Leeds tidak hanya dipengaruhi oleh keputusan wasit, termasuk kartu merah untuk Lisandro Martínez setelah insiden dengan Dominic Calvert-Lewin.
Baca Juga: Efek Coachella! Justin Bieber Langsung Cetak Rekor Streaming Tertinggi 2026
Performa tim secara keseluruhan dinilai belum menunjukkan kualitas yang diharapkan.
Sumber internal klub menyebutkan bahwa manajemen mulai khawatir terhadap minimnya intensitas dan arah permainan tim.