METROPOLITAN - Bupati Bogor Ade Yasin meresmikan Tugu Pancakarsa di Simpang Sirkuit Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Senin (27/12) malam. Peresmian itu menjadi penanda wajah baru Cibinong Raya yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Bogor. Tugu Pancakarsa merupakan bagian dari program City Beautification Project atau penataan kawasan Cibinong Raya. Selain meresmikan Tugu Pancakarsa, Ade Yasin juga menandatangani prasasti Taman Perubahan Bojonggede, Taman Tematik Jasinga, Alun- Alun Leuwiliang, Taman Tematik Klapanunggal, dan Alun-Alun Cariu. ”Kalau dulu orang bilang, Cibinong itu kampung besar. Sekarang sudah menjadi kota. Cantik, indah, rapi. Pelan-pelan kita tata kota kita,” kata Bupati Bogor Ade Yasin. Ade Yasin menjelaskan selain menjadi ikon baru Kabupaten Bogor, Tugu Pancakarsa juga dibangun untuk mengurangi kemacetan menahun di Simpang Sirkuit Sentul. Tugu Pancakarsa dikelilingi bundaran jalan raya yang menggunakan sistem flow searah jarum jam. “Adanya tugu ini, yang pertama adalah untuk mengurangi kemacetan yang selama ini belum terpecahkan. Kita juga sudah membebaskan tanah di sekitarnya. Sehingga sistemnya itu satu arah, memutar searah jarum jam,” jelasnya. “Sehingga tidak ada lagi kemacetan-kemacetan yang cukup signifikan. Jadi nanti dari tol itu keluar, lewat kiri, terus langsung ke arah Cibinong atau ke arah Jakarta atau ke Bogor. Tapi kalau dari Cibinong bisa juga ke kiri dulu, jadi muter. Jadi flow-nya seperti arah jarum jam,” imbuh Ade Yasin. Tak hanya itu, Tugu Pancakarsa dibangun dengan penuh filosofi. Terdiri dari lima lawang. Yaitu, Lawang Kori yang berada di depan Cibinong City Mall (CCM) yang dibangun saat pemerintah daerah pertama di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Edi Yoso. Lawang Kori disatukan menjadi lima yang menggambarkan program utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yaitu Pancakarsa. “Kita tetap memelihara peninggalan bersejarah dari pendahulu kita atau dari nenek moyang. Tetapi kita terjemahkan ke dalam lima program yang memang bermanfaat untuk masyarakat, yaitu Pancakarsa,” ungkapnya. Menurutnya, keberadaan Tugu Pancakarsa yang ikonik ini juga bisa menjadi tempat berswafoto masyarakat. Namun, ia meminta masyarakat tidak makan dan minum di area tugu karena tidak disediakan tempat sampah. “Tugu itu hanya sebagai ikon dan hanya untuk selfie. Tidak ada orang makan di situ atau menyampah di situ. Kita juga harus menjaganya agar tidak ada aksi vandalisme di sini,” tegas Ade Yasin. Tahun ini, Pemkab Bogor menggelontorkan anggaran daerah senilai Rp356,5 miliar untuk penataan kawasan Cibinong Raya berupa Tugu Pancakarsa, pedestrian, peningkatan kualitas jalan, pengadaan tempat sampah, hingga rambu lalu lintas. Penggunaan anggaran tersebut tersebar di empat perangkat daerah. Rinciannya, Rp328 miliar pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Rp21 miliar pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan (DPKPP), Rp437 juta pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Rp7,3 miliar pada Dinas Perhubungan (Dishub). Program ini juga akan dilanjut pada tahun berikutnya. Selain pembangunan di wilayah Cibinong Raya, Ade Yasin mengaku akan membangun wilayah lainnya dengan memaksimalkan program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) dan program pembangunan melalui PUPR. “Karena kan wilayah kita sangat luas, terdiri dari 416 desa dan 19 kelurahan. Itu juga bagian porsi pembangunan,” tandas Ade Yasin. (fin/ run)