Sabtu, 18 April 2026

Gandeng PPDI, BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Sekolah Perisai Desa Permudah Memberikan Layanan Untuk Masyarakat

Ryan Muttaqien, Metropolitan
- Sabtu, 11 April 2026 | 20:03 WIB
BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat layanan hingga ke tingkat desa. Bersama Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) (ist)
BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat layanan hingga ke tingkat desa. Bersama Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) (ist)

METROPOLITAN.ID - BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat layanan hingga ke tingkat desa. Bersama Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), lembaga ini menghadirkan program Sekolah Perisai Desa guna meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam memberikan layanan langsung kepada masyarakat.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bogor Cileungsi, Andi Widya Leksana, mengatakan Sekolah Perisai Desa merupakan program pendidikan dan pelatihan singkat bagi calon agen perisai desa.

“Program ini menjadi inovasi baru karena melibatkan langsung aparatur desa sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat,” ujar Andi, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, konsep Sekolah Perisai Desa berbeda dengan program perisai sebelumnya. Selain sebagai sarana pelatihan, program ini juga menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan layanan BPJS Ketenagakerjaan hingga ke pelosok desa.

Nantinya, desa-desa yang telah mengikuti program tersebut akan dilengkapi dengan konter atau booth layanan. Masyarakat dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari pendaftaran hingga informasi program secara lebih mudah dan cepat.

Saat ini, Sekolah Perisai Desa telah diikuti oleh enam kecamatan dengan total 36 desa di wilayah selatan Kabupaten Bogor. Program ini akan terus diperluas secara bertahap hingga menjangkau seluruh 416 desa di Kabupaten Bogor.

“Ke depan, kami akan lakukan secara bertahap sampai seluruh desa terjangkau,” katanya.

Menurut Andi, keberadaan Sekolah Perisai Desa diharapkan mampu meningkatkan literasi masyarakat terkait jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan dan sektor informal di desa.

Program ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada pekerja rentan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat tercatat telah melindungi 44 ribu pekerja rentan di Kabupaten Bogor. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bogor dalam waktu dekat akan menambah cakupan hingga 104 ribu pekerja.

Andi menilai, penguatan jejaring layanan di tingkat desa menjadi kunci dalam memperluas perlindungan tersebut.

“Kalau hanya mengandalkan kantor cabang, tentu terbatas. Karena itu, kami perkuat layanan di desa agar perlindungan dan pelayanan bisa lebih luas,” tandasnya.

Dengan adanya program ini, BPJS Ketenagakerjaan optimistis akses layanan dan perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat desa semakin merata.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Upaya Bank Kota Bogor Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 16 April 2026 | 13:57 WIB
X