Kamis, 2 Februari 2023

Pengembang Hotel dan Apartemen Harus Tambah RTH

- Selasa, 10 Januari 2017 | 10:18 WIB

METROPOLITAN – Sejumlah bangu­nan yang menjulang tinggi di Kota Bogor saat ini ternyata belum mem­punyai dasar hukum tentang batas tinggi bangunan yang ada di Kota Bogor, karena Pemerintah Kota Bogor saat ini hanya berpacu kepada Kawa­san Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) di Lanud Atang Sanjaya untuk tinggi maksimal bangunan. Hal ter­sebut dikhawatirkan membuat para investor yang akan berinvestasi bisa bebas membangun gedung pencakar langit setinggi-tingginya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor Abuzar mengatakan, di Kota Bogor memang sudah ada peratu­ran daerah yang mengatur tentang bangunan dan gedung. Untuk tinggi bangunan yang saat ini ada di Kota Bogor mengacu pada KKOP yang ada di Lanud ATS, sedangkan untuk perda tinggi bangunan sen­diri ia belum mengetahui secara teknis. “Memang seharusnya sebelum merealisasikan hunian vertikal Pemkot Bogor harus membuat aturan tentang tinggi bangunan, sehingga gedung-gedung yang ada tidak berkompetisi untuk saling tinggi,” ujarnya kepada Met­ropolitan. Meski belum mem­punyai dasar tingginya bangu­nan serta banyak perizinan pembangunan apartemen dan hotel yang masuk ke Pemkot Bogor menurut Abuzar, Pem­kot Bogor tidak bisa menolaknya karena belum ada aturan yang melarangnya. “Kalau sudah dikeluarkan pelarangannya baru bisa ditolak, tetapi karena tidak aturan maka Pemkot Bogor dapat mengeluarkan penga­juan izinnya,” terangnya.­

Keberadaan hunian vertikal, lanjut politisi PKS ini, seharus­nya memberikan dampak baik kepada sejumlah wilayah. Dengan hunian vertikal, lahan terbuka hijau semakin luas ka­rena hunian vertikal hanya memakan lahan sedikit diban­dingkan hunian horizontal. “Yah lahan hijaunya pun seharusnya semakin luas karena hunian vertikal hanya memakan lahan sedikit dibandingkan hunian horizontal dan para investor pun harus merealisasikannya,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Dae­rah Kota Bogor Ade Sarip Hi­dayat menjelaskan, konsep pembangunan hunian vertikal memang harus segera direali­sasikan. Hal tersebut untuk mengantispasi agar lahan yang ada di Kota Bogor, terlebih menurutnya jumlah perkembangan penduduk di Kota Bogor ini cukup cepat. “Kalau lahan tetap segitu, tetapi jumlah pen­duduk terus bertambah. Maka dari itu kita menyiasatinya dengan kita harus realisasikan hu­nian vertikal,” ujarnya.

(mam/b/els/dit)

Editor: admin metro

Tags

Terkini

Pemdes dan Pemuda Desak Penataan Pasar Citeureup

Rabu, 1 Februari 2023 | 13:00 WIB

Skybridge Bojonggede Baru Dibangun 95 Persen

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:00 WIB

Target Predikat KLA Utama, Pemkot Bogor Kejar PISA

Selasa, 31 Januari 2023 | 16:16 WIB
X