Sabtu, 4 Februari 2023

3 Tahun Pencitraan, Bima Kembali Diontrog Mahasiswa

- Rabu, 17 Mei 2017 | 08:39 WIB

BOGOR – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa didepan Balaikota Bogor. Para mahasiswa tersebut menilai kinerja Walikota Bogor Bima Arya dalam tiga tahun terakhir tidak maksimal, seperti Pemerintah Kota Bogor yang mempunyai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Rp 300 Miliar, maraknya Pedagang Kaki Lima (PKL), serta kemacetan yang belum terselesaikan.

Koordinator Lapangan Iqbal Balun mengatakan, dirinya menuntut agar Walikota Bogor Bima Arya melakukan evaluasi kepada dinasnya. Hal itu karena kinerja Bima Arya selama tiga tahun terakhir tidak maksimal, bahkan menurutnya Bima arya terkesan lebih mementingkan pencitraan dibandingkan kerja nyata untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Kota Bogor.

“Selama tiga tahun Bima Arya memimpin sejumlah permaslahan belum dapat diselesaikan, namun anehnya ia lebih memilih membangun sejumlah taman dibandingkan menyelesaikan masalah seperti PKL, kemacetan hingga Silpa Pemkot Bogor mencapai Rp 300 miliar,” ujarnya kepada Metropolitan.

Ia meminta, disisa kepemimpinan Bima Arya, ia harus menyelesaikan sejumlah permasalahan yang terjadi seperti PKL atau Kemacetan yang belum menemukan solusi. Sehingga masyarakat Kota Bogor dapat lebih nyaman tinggal di Kota hujan tersebut.

“Bagaimana masyarakatnya bisa bahagai jika disana-sini macet. Ini menjadi catatan penting bagi Walikota Bogor,” terangnya.

Selain itu dengan tinggi Silpa Pemkot Bogor yang mencapai Rp 300 miliar, Iqbal teman-temannya meminta agar sejumlah dinas yang menyumbangka Silpa yang besar dapat dievaluasi atau di copot. Karena jika dibiarkan seperti itu maka Silpa ditahun depan akan kembali besa. “Tingginya Silpa ini karena kinerja sejumlah dinas yang tidak maksimal, dan artinya sejumlah program kegiatan yang seharusnya dirasakan oleh masyarakat pun menjadi tertunda,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Khusus LKPJ Walikota Bogor, Teguh Rihananto menjelaskan, pihaknya telah menggelar rapat internal membahas tentang LKPJ walikota Bogor, dan menurutnya banyak evaluasi yang harus disampaikan kepada Pemkot Bogor terlebih mengenai program skala prioritas.

“Program skla prioritas belum maksimal saat ini mulai dari penataan transportasi yang belum terpecahkan hingga pentaan PKL yang masih banyak disudut kota,” katanya.

Selain itu, terkait tingginya Silpa yang dimiliki oleh Pemkot Bogor, Teguh juga menilai bahwa memang perencaan yang dilakukan Pemkot Bogor sangat lemah, sehingga banyak program yang tidak terealisasi yang berujung tingginya Silpa Pemkot Bogor.

Halaman:

Editor: admin metro

Tags

Terkini

5 Calon Kades Siap Tarung Pilkades Cipinang Rumpin

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:15 WIB

Rotasi Mutasi Pejabat Pemkot Bogor Masih Molor

Kamis, 2 Februari 2023 | 12:19 WIB
X