Sabtu, 28 Januari 2023

Mensos Bantu Korban Gempa Rp2,5 Miliar di Megamendung

- Senin, 29 Januari 2018 | 08:49 WIB

-

METROPOLITAN - Kementerian Sosial (Kemensos) RI memberikan bantuan terhadap korban gempa Lebak, Banten di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi sebesar Rp2,5 miliar. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk kebutuhan logistik, santunan untuk korban meninggal, serta kendaraan siaga bencana berupa mobil tangki air. Dalam kesempatan itu, Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham  yang didampingi Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhendi menyerahkan bantuan berupa kebutuhan bahan dan uang saat menijau rumah warga yang rusak akibat gempa di Kampung Tarikolot, RT 01/04, Desa Kuta, Kecamatan Megamedung.

Idrus mengatakan, angka tersebut bantuan untuk dua provinsi yang terkena dampak gempa yakni Banten dan Jawa Barat. "Seluruh kabupaten yang terkena dampak dari bencana itu harus kita atasi. Dari Kementrian Sosial sudah mengeluarkan bantuan, kalo kita ingin totalkan dua provinsi itu adalah Rp2,5 milyar," ujar Idrus saat mengunjungi korban gempa di desa Kuta, Kecamatan Megamendung.

Idrus menambahkan, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, ada tiga hal yang harus dilakukan instansi terkait sebagai bentuk tanggap darurat bencana. Pertama, pemberian sembako kepada para korban bencana. Kedua, menyiapkan tenda-tenda khusus untuk warga yang rumahnya rusak, serta ketiga langkah ke depannya untuk membangun kembali tempat tinggal warga. Dia menambahkan, presiden juga terus memantau perkembangan penanganan pengungsi dan warga terdampak gempa. Presiden, kata Idrus, juga berpesan untuk berkomunikasi dengan semua pihak terkait penanganan bencana ini. "Bantuan bagi para korban harus segera disalurkan secara merata. Penanganan pascabencana harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan instansi yang ada,"katanya.

Bantuan tersebut ditujukan kepada tujuh kabupaten dari dua provinsi yang terkena dampak gempa yang terjadi di tujuh kabupaten yakni Kabupaten Bogor, Sukabumi dan Cianjur serta di wilayah banten yakni Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, dan Tangerang. "Sejak 23 Januari yang lalu setelah terjadi gempa memang dampak yang luar biasa terjadi di dua provinsi, yang kalo kita ingin rinci ada di Lebak, Serang, Pandeglang, Tangerang dan kemudian ada di Bogor, Sukabumi dan Cianjur," terangnya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Ditjen Linjamsos), guncangan gempa tersebut menyebabkan 602 rumah rusak berat dan 3.284 rumah rusak ringan. Dimana jumlah korban meninggal sebanyak 2 orang, korban luka-luka sebanyak 16 jiwa, dan 878 jiwa mengungsi dan jumlah pengungsi di Kabupaten Lebak sebanyak 460 jiwa, Bogor sebanyak 378 jiwa, dan Sukabumi sebanyak 40 jiwa. "Meskipun bapak Presiden ada di luar negeri tetapi selalu memonitor baik melalui TNI, Polri, utamanya melalui Kementrian Sosial dan pesan beliau sekali lagi meminta kepada Mentri Sosial  untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat,"bebernya.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat mengaku telah mengintruksikan Dinas Sosial Provinsi Banten dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat serta Taruna Siaga Bencana (TAGANA) melakukan distribusi logistik ke lokasi terdampak.  Bantuan logistik diberikan kepada korban yang mengalami kerusakan rumah berat dan saat ini mengungsi di tenda pengungsian, maupun rumah tetangga dan keluarga. “Dari Direktorat PSKBA juga melakukan pendampingan dan penilaian kebutuhan pengungsian. Selain itu, tim yang turun berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten untuk melakukan verifikasi awal terkait rumah rusak untuk pemberian bantuan pembangunan rumah dan bantuan logistik yang tepat sasaran,"pungkasnya.

(ads/b/els)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Kota Bogor Gagal Bangun Pusat Pemerintahan Baru

Kamis, 26 Januari 2023 | 20:23 WIB
X